KORLANTAS POLRI, Jakarta – Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menegaskan pentingnya koordinasi antara seluruh pihak untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025 serta menjaga keselamatan pengendara, khususnya di titik-titik rawan.
“Beberapa potensi kerawanan yang menjadi perhatian berada di jalur tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, lokasi wisata, dan pusat keramaian. Fokus utama kita adalah kelancaran arus mudik, arus balik, serta pengamanan di tempat ibadah, tempat wisata, dan pusat kuliner,” ujar Dirgakkum Korlantas Polri menutup Rapat Koordinasi Teknis Operasi Ketupat 2025 pada Kamis (6/3/2025).
Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh anggota untuk meningkatkan kegiatan patroli, mengingat data kecelakaan selama Operasi Ketupat dari tahun 2020 hingga 2024 masih tergolong tinggi.
“Tolong kepada seluruh anggota ditekankan betul kegiatan patrolinya turjawalinya dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 selama operasi ketupat jumlah kecelakaan masih tinggi, kemarin jumlah kejadian masih 3.286 ini menjadi atensi yang kita perbaiki lagi,” terangnya.

Dirgakkum Korlantas Polri juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat para personel harus melakukan dengan penuh keikhlasan demi mewujudkan pelayanan yang presisi.
“Sesuai dengan motto Bapak Kapolri, kita harus prediktif dalam memahami perkembangan situasi, memiliki responsibilitas tinggi, dan siap melakukan quick response jika terjadi bencana atau situasi darurat,” tegasnya.
Terkahir, dengan kehadiran personel Polantas dalam Operasi Ketupat 2025 bertujuan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama periode mudik Lebaran.
“Mari kita laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya.


