KORLANTAS POLRI, Balikpapan – Satlantas Polresta Balikpapan bertindak cepat menyikapi maraknya video balap liar dan freestyle pelajar yang beredar di media sosial. Aksi berbahaya tersebut memicu perhatian publik dan mempertanyakan pengawasan aparat lalu lintas.
Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol MD Djauhari, mengungkapkan bahwa penindakan bermula dari keluhan warganet. Satlantas kemudian menurunkan tim siber untuk mengidentifikasi para pelaku aksi yang terekam dalam video tersebut.
“Beberapa hari lalu kami melakukan penjemputan terhadap anak-anak yang melakukan balap liar dan freestyle. Video mereka viral dan masyarakat ramai mempertanyakan keberadaan Satlantas maupun Polresta Balikpapan,” ujar Kompol Djauhari, Senin (26/1/2026).
Setelah dipastikan identitasnya, para pelajar dibawa ke Mako Polresta Balikpapan untuk pendataan dan pembinaan. Orang tua turut dipanggil guna diberi pemahaman mengenai bahaya aksi tersebut dan pentingnya pengawasan terhadap anak.
Pembinaan juga diperluas melalui jalur pendidikan. Satlantas berencana mengundang guru hingga kepala sekolah untuk memastikan upaya pencegahan berjalan konsisten.
“Kami ingin ini menjadi efek jera. Bukan hanya untuk anak-anak itu, tetapi juga bagi lingkungan sekitar, termasuk orang tua dan pihak sekolah,” tegasnya.
Lihat juga: 110 Motor Terjaring Penertiban Balap Liar Satlantas Polres Jember
Seluruh pelaku diketahui masih di bawah umur. Mayoritas duduk di bangku SMP dan sebagian kecil di SMA. Situasi ini, lanjut Djauhari, menjadi peringatan bagi keluarga agar tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur dan belum memiliki kemampuan berkendara yang memadai.
Kasat Lantas menekankan bahwa balap liar di jalan umum berisiko tinggi dan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lain.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Dalam operasi ini, Satlantas Polresta Balikpapan mengamankan enam pelajar yang terlibat dan melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.



