KORLANTAS POLRI, Tulungagung – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung memetakan sejumlah wilayah titik rawan kecelakaan (black spot) dan titik rawan kepadatan (trouble spot) menjelang mudik Lebaran 2026. Pemetaan dilakukan pada Sabtu (14/3).
KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Zainudin mentakan, pemetaan sejumlah titik rawan kecelakaan ini guna mengantisipasi tingginya masyarakat yang akan melakukan perjalanan, di wilayah Tulungaung.
“Kami sudah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan dan rawan macet di Tulungagung jelang mudik Lebaran 2026,” ujar KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin.
Berdasarkan data Satlantas Polres Tulungagung, ada beberapa wilayah yang masuk dalam titik rawan kecelakaan. Lokasi black spot sifatnya dinamis, melihat kepadatan jumlah kendaraan. Sehingga lokasi black spot dapat berubah sewaktu-waktu.
“Dari data kecelakaan, kasus terbanyak berada di Kecamatan Boyolangu dan Campurdarat. Dua titik ini termasuk wilayah rawan terjadi kecelakaan di Tulungagung,” tambah KBO Satlantas Polres Tulungagung.
Tingkat kecelakaan juga berbanding lurus dengan tingginya kepadatan kendaraan di jalan tersebut. Sehingga masyarakat atau pengguna jalan harus selalu waspada dan hati-hati saat melalui jalur black spot. Kecamatan Boyolangu dan Campurdarat seringkali digunakan pemudik untuk menuju lokasi wisata. Sehingga saat mudik Lebaran cenderung mengalami kenaikan jumlah kendaraan.
Lihat juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Satlantas Polres Kuningan Pasang Rambu dan Pembatas Jalan di Jalur Rawan
“Rata-rata kecelakaan yang terjadi melibatkan kendaraan roda empat dengan roda dua. Sehingga pengguna jalan harus selalu hati-hati saat berkendara,” jelasnya.
Satlantas Polres Tulungagung memprediksi kenaikan jumlah kendaraan mulai terjadi pada H-7 Lebaran. Ada beberapa ruas jalan yang akan mengalami kenaikan jumlah kendaraan pada arus mudik.
“Jika sebelum Lebaran biasanya trouble spot berada di dalam kota. Seperti Jembatan Lembu Peteng, Jembatan Plengkung, Pasar Wage, Pasar Sore dan Pasar Ngemplak,” tegasnya.
Sedangkan untuk wilayah trouble spot H+ Lebaran akan bergeser ke jalur menuju wisata. Hal ini mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Banyak warga memanfaatkan libur Lebaran untuk menghabiskan waktu bersama keluara pergi ke tempat wisata.
“Salah satu jalur yang sering terjadi penumpukan kendaraan saat libur Lebaran adalah simpang tiga Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung. Penumpukan kendaraan sering terjadi saat sore hari,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan saat mudik Lebaran, Satlantas Polres Tulungagung akan memasang pembatas jalan dan melakukan rekayasa lalu lintas.
“Kami juga siapkan tim patroli disejumlah titik rawan troble spot. Apabila terjadi penumpukan kendaraan petugas patroli akan berusaha mengurangi,” pungkasnya.

