KORLANTAS POLRI, Karawang – Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mendampingi Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, wilayah Polda Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). Dalam peninjauan tersebut, arus mudik Lebaran terpantau masih berjalan lancar.
Wakapolri menjelaskan sebelumnya dilakukan pemantauan arus lalu lintas dari udara dari Jakarta hingga KM 29. Berdasarkan hasil pantauan tersebut, kondisi lalu lintas masih relatif terkendali meski mulai terlihat adanya peningkatan volume kendaraan.

“Kesempatan hari ini saya melakukan pemantauan dari udara dari Jakarta hingga KM 29. Secara umum dari hasil pantauan udara, arus lalu lintas terpantau berjalan lancar,” kata Dedi.
Selain pemantauan udara, dilakukan juga pengecekan kesiapan Command Center Korlantas Polri di KM 29. Menurutnya, fasilitas tersebut sudah didukung berbagai teknologi yang terhubung dengan 18 Polda serta terintegrasi dengan hampir seluruh CCTV di ruas jalan tol di berbagai wilayah.
Sistem pemantauan tersebut juga terkoneksi dengan sejumlah titik strategis seperti akses bandara dan pelabuhan. Data yang diperoleh menjadi dasar penting bagi petugas dalam mengambil keputusan terkait manajemen lalu lintas selama arus mudik.
Pemantauan udara juga dilakukan hingga Rest Area KM 57A yang memiliki kapasitas besar dengan daya tampung sekitar seribu kendaraan. Rest area tersebut menjadi salah satu titik penting bagi pemudik untuk beristirahat selama perjalanan.
Dari hasil pemantauan, volume kendaraan menuju KM 57 mengalami peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada H+1 tahun 2025.
Lihat juga: Wakapolri Pantau Arus Mudik di Command Center KM 29 Korlantas Polri
Tahun lalu tercatat sekitar 66 ribu kendaraan melintas menuju KM 57. Sementara hingga hari ini jumlah kendaraan telah mencapai sekitar 75 ribu unit dengan rata-rata sekitar 3.300 kendaraan per jam.
“Angka ini akan terus kita pantau untuk menentukan langkah-langkah manajemen lalu lintas selanjutnya,” ujarnya.
Wakapolri juga mengapresiasi kesiapan jajaran Polda Jawa Barat dalam menghadapi arus mudik. Sekitar 26 ribu personel dikerahkan dengan dukungan 332 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di berbagai titik.
Salah satu inovasi yang disiapkan adalah pos pengamanan tematik yang menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, mulai dari takjil, makanan, minuman hingga tempat istirahat.
Selain itu tersedia pula pos pelayanan masjid di sejumlah titik jalur arteri maupun jalur yang dilalui pemudik yang menyediakan fasilitas ibadah serta layanan lainnya bagi masyarakat.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda Jawa Barat juga menyiapkan tim pengurai serta patroli senyum yang melibatkan gabungan personel Polwan dan prajurit TNI untuk membantu masyarakat di rest area.
Dari hasil evaluasi hingga H+2 Operasi Ketupat, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sekitar 92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Untuk kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia juga mengalami penurunan hampir 100 persen. Tahun lalu hingga H+2 tercatat 26 orang meninggal dunia, sementara hingga hari ini tidak ada laporan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Lihat juga: Pantau Arus Mudik di JMTC, Kakorlantas: Volume Kendaraan Meningkat Namun Terkendali
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati selama perjalanan mudik baik di jalan tol maupun jalur arteri, serta tidak memaksakan diri berkendara apabila dalam kondisi lelah.
Kepolisian juga terus mensosialisasikan pembatasan kendaraan sumbu tiga sesuai ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB). Kendaraan tersebut tidak diperbolehkan melintas di jalan tol maupun jalur arteri mulai pukul 12.00 hingga 24.00 pada periode tertentu guna mengurai kepadatan arus mudik.
Rekayasa lalu lintas seperti contraflow hingga sistem one way akan diterapkan secara bertahap berdasarkan volume kendaraan yang terpantau melalui sistem traffic counting di Command Center Korlantas.
Untuk saat ini, skema contraflow satu lajur telah dipersiapkan mulai KM 47 hingga KM 55 serta di KM 70 sebagai bagian dari strategi manajemen lalu lintas Polda Jawa Barat.
Wakapolri memastikan jajaran kepolisian siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026.
“Kami juga mengimbau masyarakat apabila membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan darurat 110 yang siap merespons dengan cepat,” pungkasnya.

