KORLANTAS POLRI, Jakarta– Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyiapkan strategi mengelola arus mudik Lebaran 2025. Salah satu langkah utama adalah penerapan contraflow dan one way pada jalan tol, yang direncanakan akan dimulai pada H-3, sesuai dengan prediksi bangkitan arus mudik.
“Kami kerjasama dengan Jasa Marga ketika Gate Tol Cikutama sudah sekian ribu, sudah ada warning untuk dilakukan contraflow. Dari contaflow menuju ke arus mudik di jalan tol itu juga ada bottleneck dari lajur tiga menjadi dua setelah dilakukan contraflow, kita melihat ketika masih ada bangkitan arus biasa itu H-3 itu akan kita lakukan nasional itu dari KM 70 sampai KM 414 di Kalikangkung itu Trans Jawa jadi dilakukan one way nasional,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.,
Selain contraflow dan one way, Kakorlantas juga menyoroti pentingnya pengalihan arus dan pengelolaan rest area yang efisien. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah diharapkan dapat membantu memecah kepadatan, karena pemudik yang bisa berangkat lebih awal akan mengurangi puncak arus mudik yang biasanya terjadi pada H-2 dan H-3.
“Dengan adanya WFA, pemudik dapat memulai perjalanan lebih awal, yang akan mengurangi kepadatan di jalan-jalan tol dan nasional. Namun, kami tetap mempersiapkan strategi contraflow dan one way untuk mengatasi puncak arus mudik pada H-2 dan H-3. Polsi juga menggelar pos terpadu pos pelayanan jumlahnya hampir sekitar 2000 pos yang untuk di jalan-jalan baik itu di arteri dan jalan nasional,” lanjut Kakorlantas.

Menurut Irjen Pol Agus, pengelolaan arus mudik juga diperhatikan dengan baik di jalur Sumatera, termasuk di penyeberangan Bakauheni ke Merak.
“Kami telah menyiapkan sistem buffer zone dan delaying system untuk mengatasi antrean panjang. Kami juga menggunakan sistem warna hijau, kuning, dan merah untuk menunjukkan tingkat kepadatan lalu lintas,” katanya.
Selain itu, pengembangan tol fungsional di Jakarta-Cikampek Dua Selatan akan memecah arus mudik dari Jawa Barat, khususnya yang menuju Jakarta.
“Dengan tol fungsional ini, arus balik dari Bandung bisa dialirkan tanpa harus melewati Cikampek, yang diharapkan akan mengurangi kemacetan di titik-titik krusial,” ujar Kakorlantas.
Irjen Pol Agus menekankan pentingnya pengelolaan rest area untuk menghindari terjadinya penumpukan.
“Kami sarankan pemudik untuk tidak berfokus hanya pada rest area. Jika rest area penuh, sebaiknya keluar tol dan mencari tempat makan di luar tol, lalu melanjutkan perjalanan setelahnya. Semua jalur wisata dan arteri, seperti di Dieng, Guci, Batu, dan Puncak, juga telah kami kelola untuk memastikan kelancaran arus mudik,” pungkasnya.

