KORLANTAS POLRI, Jakarta – Bintara Remaja Korlantas Polri 2025 mengikuti ujian Bela Diri Polri di Padepokan Judo Kesatria Bhayangkara (PJKB) Sepolwan Lemdik Polri, Ciputat, Jakarta Selatan Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan fisik, mental, serta keterampilan bela diri personel Polri.
Kasubbag Bela Diri Bagbinjas Rowatpers SSDM Polri AKBP Sriwidodo menjelaskan bahwa ujian bela diri ini dilaksanakan secara rutin sebanyak dua kali dalam setahun pada semester I dan semester II.
“Ujian Bela Diri Polri ini bertujuan untuk pengambilan data administrasi sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat, sekaligus melatih kebugaran dan keterampilan anggota dalam bela diri,” ujar AKBP Suyudodo.
Menurutnya, ujian berkala ini diikuti oleh 26 satuan kerja Polri berpangkat PAMA (perwira pertama) ke bawah. Materi bela diri yang diuji mencakup berbagai cabang, seperti karate, taekwondo, hingga judo.
“Khusus dari Korlantas, ada beberapa personel yang sudah menguasai bela diri karate, taekwondo, maupun judo. Ini tentu menambah kemampuan dan kesiapsiagaan anggota dalam Bela Diri Polri,” jelasnya.
Lebih lanjut, AKBP Sriwidodo berharap melalui ujian bela diri ini seluruh personel Polri mampu menguasai keterampilan bela diri sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas Polri mengingat banyak tugas di lapangan yang memiliki risiko tinggi.
Lihat juga: Siap Bertugas di Lapangan, Bintara Remaja Korlantas Polri Ditempa Pelatihan Roda Dua
Sementara itu, salah satu peserta dari Korlantas Polri Bripda Muhammad Yusuf Maulana mengungkapkan bahwa persiapan utama yang dilakukannya dalam menghadapi ujian bela diri ini adalah kesiapan fisik dan mental.
“Latihan bela diri ini penting untuk anggota Polri, karena dapat meningkatkan kesiapan jasmani dan jiwa korsa personel dalam menghadapi tantangan tugas ke depan,” ungkap Bripda Muhammad.
Ia menambahkan, teknik bela diri yang menurutnya wajib dikuasai adalah teknik pembelaan satu hingga tiga serta teknik bantingan.
“Teknik bantingan berfungsi untuk melumpuhkan atau mengamankan lawan dengan cara yang halus,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan dan ujian bela diri Polri, Bripda Muhammad merasakan peningkatan nilai disiplin dan mental terutama dalam hal kesabaran dan kepercayaan diri.
“Harapan saya, setelah mengikuti bela diri ini, ke depan personel Polri semakin mampu menjaga diri dan mengamankan masyarakat secara humanis dan sopan,” tutupnya.



