KORLANTAS POLRI, Majalengka – Satlantas Polres Majalengka, Polda Jawa Barat terus mengedepankan strategi preventif dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Upaya tersebut diwujudkan melalui program Polantas Menyapa yang diberi nama Ojol Bareng Satlantas (OBRAS) yang menempatkan edukasi serta komunikasi langsung sebagai medium utama.
Melalui OBRAS, personel Satlantas turun ke pangkalan dan titik berkumpul pengemudi ojek, baik konvensional maupun daring. Dalam suasana santai, polisi menyampaikan pesan disiplin berkendara, kepatuhan rambu, serta pentingnya keselamatan pengemudi dan penumpang.
Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Rudy Sudaryono menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka kecelakaan dan memperkuat budaya tertib lalu lintas.
“Keselamatan berlalu lintas tidak cukup ditegakkan melalui penindakan. Kesadaran harus dibangun bersama, dimulai dari komunikasi dan kepercayaan antara polisi dan masyarakat,” ujarnya.
Respons positif hadir dari para pengemudi yang melihat polisi lalu lintas bukan sekadar penegak hukum, melainkan mitra keselamatan di jalan.
AKP Rudy menjelaskan, nama OBRAS yang digunakan bukan sekadar akronim. Istilah ini merujuk pada teknik menjahit yang menyatukan dua lembar kain melalui jahitan diagonal agar rapi dan kuat. Nilai kesabaran, ketelitian, dan keteguhan yang melekat dalam proses obras diterjemahkan Satlantas ke dalam ranah lalu lintas.
“Seperti tangan penjahit yang sabar menuntun benang, filosofi Obras mengajarkan bahwa setiap tantangan harus dihadapi dengan ketelitian dan keteguhan hati,” ujar Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Lantas AKP Rudy Sudaryono, Minggu (25/1/2026).
Lihat juga: Kakorlantas Polri Menyapa Ojek Online, Perkuat Keselamatan Berlalu Lintas
Nilai tersebut diwujudkan dalam disiplin berkendara, kehati-hatian, dan kepatuhan aturan. Setiap keputusan di jalan berdampak pada keselamatan bersama, sebagaimana setiap tusukan benang menentukan ketahanan kain.
“Di jalan raya, harmoni itu terwujud dalam sikap saling menghormati, berbagi ruang, dan menjaga etika berkendara,” tegas AKP Rudy Sudaryono.
Program OBRAS memperlihatkan bahwa penegakan budaya tertib tidak hanya bergantung pada regulasi. Keberhasilan juga ditopang oleh edukasi berkelanjutan dan hubungan yang berbasis kepercayaan antara polisi dan masyarakat.
Melalui pendekatan dialogis, Satlantas Polres Majalengka ingin menghadirkan figur polisi yang dekat, mendampingi, serta melindungi pengguna jalan. Jalan raya dipandang bukan sekadar ruang mobilitas, tetapi ruang sosial yang harus dijaga bersama.
Satu langkah kecil di pangkalan ojek hari ini dapat menjadi fondasi jangka panjang bagi keselamatan lalu lintas di masa depan.



