KORLANTAS POLRI, Jakarta – Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries melaksanakan kegiatan zoom meeting bersama jajaran Ditlantas terkait kesiapan pelaksanaan operasi keselamatan 2026, Selasa (20/1).
Operasi keselamatan 2026 akan berlangsung selama 14 hari, yang mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Ketupat 2026” dengan mengedepankan preemtif dan preventif.
Sasaran Ops Keselamatan meliputi kendaraan angkutan umum bus travel dan kendaraan travel, pengemudi kendaraan angkutan umum, perusahaan otobus (PO), badan usaha angkutan umum dan ramp check.
Kombes Pol Aries menegaskan pentingnya pemeriksaan kendaraan dan kesehatan pengemudi. Menurutnya, kendaraan dan pengemudi yang dinyatakan lolos pemeriksaan akan ditempelkan stiker sebagai tanda kelayakan.

“Periksa kendaraannya, kita periksa kesehatannya, kemudian kita tempelkan stiker apabila memang kendaraan maupun pengemudi busnya lolos terhadap pemeriksaan yang dilakukan Ini akan memberikan dampak terhadap manajemen lebih peduli terhadap kendaraan-kendaraan yang akan dioperasionalkan,” ungkap Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries.
Dalam pelaksanaan ramp check, pendataan akan dilakukan melalui aplikasi Sistem Laporan Kegiatan Operasi (Sislakop) dengan format khusus yang akan dibagikan. Pelaporan kegiatan ramp check ini menjadi atensi khusus Korlantas Polri. Selain itu, petugas di lapangan diminta memaksimalkan penggunaan HP K3I dengan mengaktifkannya saat pelaksanaan operasi di kendaraan.
“Untuk pelaksanaan ramp check akan dilaksanakan pendataan melalui sislakop dengan format yang nanti akan kita kirimkan. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ramp check agar maksimalkan HP K3I yang sudah ada nyalakan HP tersebut di kendaraan,” jelasnya.
Lihat juga: Operasi Ketupat 2026, Polantas Polri Hadir Melayani Masyarakat
Lebih lanjut, Kombes Pol Aries juga menginstruksikan kepada seluruh Polres agar melaksanakan kegiatan sesuai dengan wilayah masing-masing. Kegiatan preemtif dan preventif tetap menjadi dasar, disesuaikan dengan tantangan dan potensi kerawanan di daerah.
“Untuk Polres-Polres yang lain laksanakan seperti biasa yang sudah digarisbawahi di paparan tadi, ada kegiatan preemtif dan preventif, sesuaikan dengan apa yang menjadi tantangan di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Terkait pemeriksaan kesehatan, ia menegaskan bahwa pengemudi yang terbukti mengonsumsi alkohol atau terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang harus dihentikan dan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Apabila tersedia sopir cadangan, maka sopir pengganti harus memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Apabila pada saat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi didapati pengemudi menggunakan alkohol atau terindikasi menggunakan obat-obat terlarang, hentikan kendaraan tersebut. Kalau memang ada supir cadangannya, supir cadangannya silakan tapi yang sesuai dengan aturan,” tegas Kombes Pol Aries.
Pentingnya pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan pengemudi, termasuk rekomendasi dari dinas kesehatan. Meski terdapat kondisi tertentu seperti tekanan darah tinggi namun masih direkomendasikan untuk melintas, hal tersebut tetap harus dicatat secara detail.
“Berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan yang rekan-rekan ajak pada saat pelaksanaan supir ini hasil pemeriksaannya darah tinggi tapi kalau masih rekomendasi dia melintas silahkan, tapi dicatat ada beberapa kecelakaan yang terjadi karena masih flu, dia minum obat, ngantuk, kecelakaan,” jelasnya.
Lihat juga: Dirkamsel Korlantas Polri Matangkan Persiapan Operasi Ketupat 2026 dari Hulu
Dalam pelaksanaan ramp check menjadi tanggung jawab Ditlantas Polda dengan menggandeng Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) setempat serta dinas kesehatan.
“Kegiatan ramp check, kita laksanakan dengan serius dan ini menjadi tanggung jawab Ditlantas Polda, bekerjasama dengan BPTD setempat dan dinas kesehatan,” ungkapnya.
Terakhir Kombes Pol Aries mengatakan, salah satu perbedaan signifikan Operasi Keselamatan 2026 dibandingkan operasi sebelumnya adalah pemeriksaan kendaraan secara langsung di jalan, khususnya terhadap angkutan penumpang umum bus dan travel.
“Untuk mencapai semua tujuan yang ada kegiatan yang kita laksanakan secara masif dan berbeda dari pelaksanaan kegiatan operasi sebelumnya adalah kegiatan pemeriksaan kendaraan di jalan khusus untuk angkutan penumpang umum bus maupun travel Itu yang kita lakukan,” pungkasnya.



