KORLANTAS POLRI, Jakarta – Kepala Induk Patroli Jalan Raya (Kainduk PJR) Cikampek, Kompol Sandy Titah Nugraha, menekankan pentingnya kemampuan komunikasi asertif bagi seluruh anggota Polri, khususnya bagi Bintara Remaja dan Perwira Remaja yang baru pertama kali berdinas di institusi kepolisian.
“Komunikasi yang paling penting adalah bagaimana anggota-anggota Polri, meskipun Bintara Remaja atau Perwira Remaja yang baru pertama kali berdinas di institusi kepolisian, mampu memberikan komunikasi secara asertif,” ujar Kainduk PJR Cikampek, Kompol Sandy Titah Nugraha.
Menurutnya, komunikasi asertif tidak hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi juga harus dilakukan dengan cara yang tepat agar mudah diterima oleh masyarakat. Pesan yang disampaikan harus logis, tegas, dan mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Di mana memberikan mendeliver pesan-pesan secara logis, kemudian tegas, mudah dimengerti, penuh empati, humanis, dan yang paling penting adalah bisa diterima oleh masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi harus didukung dengan pemahaman, wawasan, serta keterampilan gestur tubuh yang baik agar anggota Polri mampu bersikap tepat dalam berbagai situasi di lapangan.
“Dibutuhkan pemahaman dan wawasan yang baik, gestur tubuh yang terampil, memposisikan pada saat setiap momen-momen yang membutuhkan kejelasan, ketugasan, dan kelugasan, dan bisa memberikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat secara tepat,” tegasnya.
Kompol Sandy berharap, melalui komunikasi yang baik dan efektif, citra negatif terhadap institusi kepolisian dapat diminimalisir, khususnya anggapan bahwa polisi tidak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Harapannya adalah kita memutus labeling dari masyarakat bahwasanya polisi ini tidak dengan maksimal melayani masyarakat. Jadi dengan komunikasi yang baik,” pungkasnya.



