KORLANTAS POLRI, Aceh Barat – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas masyarakat di pusat perdagangan tradisional Aceh Barat mengalami peningkatan. Kondisi tersebut tampak jelas di pasar penjualan hewan untuk tradisi meugang yang mulai dipadati warga. Tradisi meugang merupakan kebiasaan masyarakat Aceh memasak daging sapi atau kerbau dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat, serta yatim piatu sebagai bentuk syukur dan kebersamaan dalam menyambut bulan Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Untuk menjaga situasi tetap aman dan tertib, Polres Aceh Barat melaksanakan pengamanan terpadu pada Selasa (17/02/2026) sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Pengamanan dilakukan di sejumlah persimpangan utama yang menjadi akses menuju lokasi pasar hewan meugang. Tradisi meugang yang rutin berlangsung setiap tahun mendorong lonjakan transaksi jual beli daging dan hewan ternak. Peningkatan ini berimbas pada kepadatan pengunjung dan volume kendaraan dalam waktu bersamaan.
Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan mengatakan, langkah pengamanan tersebut bersifat preventif untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga menjelang Ramadan menjadi perhatian kami, sehingga personel diturunkan untuk mengatur lalu lintas dan memantau situasi kamtibmas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran polisi di lapangan tidak hanya bertujuan mengurai kepadatan kendaraan. Pengamanan juga diarahkan agar pedagang dan pembeli dapat beraktivitas dengan aman dan tertib. Menurutnya, rasa aman menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran tradisi meugang.
Lihat juga: Cegah Laka Lantas, Satlantas Polres Sumenep Patroli di Titik Rawan Nambakor
Dalam pelaksanaannya, personel gabungan dari Satuan Samapta dan Satuan Lalu Lintas dikerahkan ke sejumlah titik strategis. Petugas melakukan pengaturan arus kendaraan, pemantauan aktivitas masyarakat, serta pengawasan area transaksi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan dan kecelakaan lalu lintas.
Adapun titik pengamanan meliputi Simpang Lung Aneuk Kaye, pertigaan Jalan T. Umar–Jalan T. Chik Ali Akbar, serta Simpang IV Jalan Chik Ali Akbar–Jalan Daud Dariyah. Jalur tersebut merupakan akses utama menuju pasar sehingga menjadi prioritas pengaturan lalu lintas dan pengendalian kepadatan.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi aturan berlalu lintas. Masyarakat diingatkan untuk menjaga ketertiban selama bertransaksi. Upaya ini dilakukan guna menciptakan suasana pasar yang aman dan nyaman.
Berdasarkan hasil pemantauan, kegiatan pengamanan berlangsung lancar dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan yang berpotensi menghambat aktivitas masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana pengamanan. Pengamanan di area pasar ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang Ramadan. Dengan situasi yang tertib dan aman, diharapkan tradisi meugang dapat berjalan khidmat serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Aceh Barat.

