KORLANTAS POLRI, Banyuwangi – Satlantas Polresta Banyuwangi mulai melakukan pemetaan jalur rawan kemacetan menjelang arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui survei lapangan pada Minggu (15/02/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan awal menghadapi peningkatan volume kendaraan di wilayah Banyuwangi.
Pemetaan dilakukan di sejumlah titik yang selama ini kerap mengalami kepadatan lalu lintas. Fokus utama mencakup jalur perlintasan antarkecamatan dan antarprovinsi. Selain itu, kawasan perkotaan dengan aktivitas tinggi juga menjadi perhatian petugas.
Kasatlantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady melalui Kanit Kamsel Ipda Irvin menjelaskan, pemetaan didasarkan pada evaluasi arus mudik tahun-tahun sebelumnya. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai dasar penentuan langkah antisipasi.
“Beberapa titik rawan kemacetan telah kami identifikasi, terutama di jalur perlintasan utama, kawasan pasar tumpah, pusat perbelanjaan, serta simpang-simpang yang menjadi pertemuan arus kendaraan,” jelas Ipda Irvin dikutip Senin, (16/02/2026).
Menurut Ipda Irvin, lonjakan kendaraan saat Lebaran tidak hanya terjadi di jalan nasional. Jalur alternatif dan ruas jalan di kawasan perkotaan juga berpotensi mengalami kepadatan. Kondisi ini memerlukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas secara menyeluruh.
Selain jalur utama, Satlantas juga memberi perhatian pada jalur wisata serta akses menuju terminal dan pelabuhan. Banyuwangi merupakan daerah tujuan wisata sekaligus pintu penyeberangan menuju Bali. Situasi tersebut diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat menjelang dan pasca Lebaran.
“Untuk mengurai potensi kepadatan, Satlantas tentu akan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, di antaranya rekayasa lalu lintas,” sebut Ipda Irvin.
Lihat juga: Libur Panjang Imlek dan Jelang Ramadan, Polantas Siaga di Titik Rawan Laka Salatiga
Rekayasa tersebut meliputi pengalihan arus dan sistem buka-tutup di titik tertentu. Optimalisasi jalur alternatif juga disiapkan apabila terjadi kepadatan ekstrem.
Satlantas Polresta Banyuwangi turut menyiapkan personel di lokasi-lokasi rawan. Pengaturan lalu lintas secara manual akan dilakukan jika terjadi lonjakan kendaraan mendadak. Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
“Kita juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan pengelola jalan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik,” ungkapnya.
Koordinasi lintas instansi diperlukan untuk mendukung manajemen lalu lintas secara terpadu. Termasuk penanganan parkir, angkutan umum, serta kondisi darurat di jalan.
Satlantas Polresta Banyuwangi juga mengimbau pemudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik. Masyarakat diminta memastikan kondisi fisik pengemudi dan kelayakan kendaraan. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas juga ditekankan selama perjalanan.
Ipda Irvin menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tertib berlalu lintas agar perjalanan mudik dan balik Lebaran berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.
Dengan pemetaan sejak dini, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan berlangsung tertib dan terkendali.

