KORLANTAS POLRI, Kota Blitar – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar Kota menggelar kegiatan edukasi keselamatan lalu lintas dengan pendekatan yang unik dan humanis. Sosialisasi ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang menyasar langsung pengguna jalan di wilayah perkotaan.
Kegiatan dilaksanakan di Simpang Empat Puyong, Kota Blitar, Jumat (06/02/2026) pagi mulai pukul 06.30 WIB. Petugas membawa replika pocong dan peraga korban kecelakaan lalu lintas penyandang disabilitas. Cara tersebut digunakan untuk menarik perhatian pengendara agar lebih peduli pada keselamatan berkendara.
Selain memberikan imbauan, petugas juga membagikan sayur-mayur kepada pengendara yang melintas. Sasaran utama adalah kaum ibu dan pengendara perempuan. Pembagian dilakukan sebagai bagian dari pendekatan persuasif agar pesan keselamatan lebih mudah diterima.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno mengatakan, kegiatan ini memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026. Lokasi dipilih karena memiliki arus lalu lintas yang cukup padat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Pada hari ini kami melaksanakan sosialisasi hari kelima Operasi Keselamatan Semeru 2026. Sasaran kami adalah pengguna jalan roda dua maupun roda empat di Simpang Empat Puyong,” ujar AKP Agus.
Lihat juga: Satlantas Pasuruan Intensifkan Edukasi Safety Riding Jelang Mudik Lebaran 2026
Ia menjelaskan, fokus kegiatan diarahkan kepada pengendara perempuan. Hal tersebut didasarkan pada data kecelakaan lalu lintas di Kota Blitar yang menunjukkan korban didominasi perempuan usia produktif.
“Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas di Kota Blitar, didominasi perempuan usia produktif. Oleh karena itu, sasaran kegiatan ini kami fokuskan kepada pengendara perempuan,” imbuhnya.
AKP Agus menambahkan, edukasi dikemas melalui program Jumat Berkah dengan membagikan sayur-mayur. Pendekatan humanis ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap tertib berlalu lintas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat, khususnya kaum ibu, semakin meningkat sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” pungkasnya.



