Home Lakalantas Angka Kecelakaan di Blora Turun 5 Persen, Dua Titik Masih Jadi Black Spot Utama

Angka Kecelakaan di Blora Turun 5 Persen, Dua Titik Masih Jadi Black Spot Utama

by Ayu A Kartasasmita
0 comments

KORLANTAS POLRI, BloraSatuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Berdasarkan data, jumlah kejadian tahun ini turun sekitar 5 persen dibanding periode yang sama pada 2024.

“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, Januari sampai September 2024 terjadi 386 kejadian dengan 71 korban meninggal dunia. Jadi di tahun ini menurun sekitar 5 persen,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Eko Purnomo, Jumat (8/11/2025).

Menurut Ipda Eko, sebagian besar korban kecelakaan berasal dari kalangan usia produktif, yakni 15–21 tahun, dengan mayoritas berprofesi sebagai pekerja swasta. Lokasi kecelakaan paling banyak tercatat di wilayah Kecamatan Blora Kota.

“Sebagian besar kecelakaan dipicu empat faktor utama, yaitu human error, gangguan mesin, penggunaan handphone saat berkendara, dan cuaca ekstrem,” jelasnya.

Ipda Eko mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama saat berkendara.

“Sebelum berangkat, periksa rem, lampu, spion, dan helm. Pastikan juga kendaraan serta surat-suratnya lengkap. Kalau mengantuk, sebaiknya menepi, dan bila hujan deras tunda perjalanan sampai cuaca membaik,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan titik rawan kecelakaan (black spot) di Kabupaten Blora juga mengalami penurunan. Jika pada 2024–awal 2025 tercatat ada empat titik rawan, kini tinggal dua lokasi yang masih menjadi perhatian utama.

Lihat juga: ‎Apel Ojol di Bandung, Kapolri Ajak Driver Jadi Mitra Strategis Polri & Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas

“Dua titik itu berada di jalur Blora–Cepu di Kecamatan Sambong dan jalur Blora–Rembang di area Medang. Kami sudah pasang rambu tambahan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan,” ungkapnya.

Ipda Eko menambahkan, Satlantas Polres Blora terus berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) serta Jasa Marga dalam upaya menekan angka kecelakaan.

“Pemasangan rambu dan spanduk imbauan di titik rawan terus dilakukan agar pengendara lebih berhati-hati,” tambahnya.

Berdasarkan data Integrated Safety Management System (ISMS), sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat 377 kejadian kecelakaan dengan 67 korban meninggal dunia dan 641 orang mengalami luka ringan.

You may also like

Leave a Comment

KORPS LALU LINTAS POLRI

Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 37-38, Jakarta Selatan 12770

© 2026 – MEDIA CENTER KORLANTAS POLRI

INFORMASI KONTRIBUTOR

Informasi mengenai kegiatan satuan di wilayah, lalu lintas, maupun kecelakaan dapat dikirimkan melalui email ke redaksintmc@gmail.com

NTMC SCREEN ×