KORLANTAS POLRI, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi kinerja jajaran Kabinet Merah Putih di enam bulan pertama masa pemerintahannya. Dalam pernyataan resminya Presiden menyampaikan bahwa capaian-capaian tersebut bersifat fundamental dan menjadi pondasi kuat untuk kebangkitan bangsa ke depan.
“Jika kita lihat secara objektif, dalam enam bulan terakhir pemerintah telah mencapai hal-hal yang cukup berarti. Hal-hal ini memperkuat landasan kebangkitan kita sebagai bangsa,” ujar Presiden.
Salah satu indikator keberhasilan yang disoroti adalah inflasi yang tetap terkendali. Bahkan, inflasi Indonesia saat ini termasuk salah satu yang terendah di dunia. Stabilitas harga pangan pun berhasil dijaga, khususnya di momen-momen krusial seperti Natal, Tahun Baru, dan Lebaran.
Presiden juga menyoroti keberhasilan pelaksanaan mudik tahun ini. Ia menyebut mudik tahun ini sebagai yang terbaik sepanjang sejarah Indonesia, dengan angka kecelakaan lalu lintas yang tercatat turun hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Jumlah pemudik meningkat dari tahun lalu, namun penyelenggaraan mudik berjalan sangat lancar dan aman. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam manajemen lalu lintas dan pelayanan publik,” tambahnya.

Selain itu, program yang sudah berjalan adalah pemberian makanan bergizi kepada anak sekokah yang menerima manfaat telah mencapai 3,4 juta orang dan diproyeksikan meningkat menjadi 8,29 juta penerima pada akhir November 2025.
Selain itu, keberhasilan juga dari sektor pertanian, khususnya dalam produksi beras dan jagung. Produksi komoditas tersebut tercatat tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan serapan pemerintah terhadap beras juga mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Salah satu prestasi kita yang dirasakan yang riil dan tidak dibuat-buat bahwa produksi beras dan jagung kita. saya dapat laporan sekarang sangat berhasil bahkan dibandingkan tahun terdahulu produksi kita cukup bisa dikatakan tertinggi,” ucapnya.
Prabowo bakal segera mengeksekusi program pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, dalam waktu dekat pemerintah akan membuka minimal 100 sekolah asrama untuk rakyat tidak mampu.
“Kta juga dalam waktu dekat akan buka minimal 100 sekolah berasrama yang di alamatkan untuk saudara kita rakyat kita yang berada dalam kelompok ekonomi paling rendah, desil 1 dan desil 2, niat ini mungkin akan terwujud dalam tahun ini,” kata Prabowo.
Dalam rangka reformasi distribusi, sistem penyaluran pupuk yang selama ini dianggap berbelit telah dipangkas, langsung dari pabrik ke kelompok tani. Pemerintah juga menyederhanakan regulasi dengan memangkas 144 peraturan, termasuk penghapusan kewajiban izin dari gubernur atau provinsi.

