KORLANTAS POLRI, Bima – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Dompu mengimbau masyarakat setempat agar tidak melakukan tindakan yang mengangangu ketertiban umum selama, dan sesudah bulan suci Ramadan tahun 1447 H atau 2026 Masehi. Tujuannya untuk menjaga kekhusyukan ibadah dan ketertiban umum selama bulan suci Ramadan.
Kasat Lantas Polres Dompu, Iptu I Komang Wahyupurbayasari, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk kegiatan yang dapat mengganggu ketenangan dan kekhusyukan ibadah Ramadan, seperti bermain petasan, balap liar, dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar (brong/racing).
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum dan kekhusyukan ibadah ramadhan,” ujar I Komang dikutip Kamis (19/2/2026).
“Balap liar, penggunaan knalpot brong/racing, dan bermain petasan tidak hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” sambungnya.
Lihat juga: Perkuat Penjagaan Selama Ramadan, Satlantas Kediri Kota Edukasi Supeltas di Titik Rawan Lalin
Kasat Lantas juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama bulan Ramadan mengingat balap liar sangat meresahkan warga.
Untuk itu, orang tua diminta untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti balap liar.
Dia mengingatkan bahwa pelaku balap liar dan pengguna knalpot brong dapat dikenakan sanksi pidana atau denda sesuai dengan Pasal 285 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pengunaan knalpot brong berdampak negatif bagi kesehatan. Suara bising knalpot dapat menyebabkan stres, gangguan tidur, dan gangguan pendengaran. Mengganggu ketenangan ibadah tarawih dan tadarus di masjid/musholla, serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pelaku dan pengguna jalan lain.
“Semua pihak diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam menciptakan suasana ramadan yang aman, damai, dan kondusif. Kami mengajak masyarakat untuk mengganti kegiatan negatif dengan kegiatan positif seperti tadarus, sahur bersama keluarga, atau mengikuti kajian keagamaan,” pungkasnya.

