KORLANTAS POLRI, Jakarta- Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengecek langsung uji fungsi alat analisa nirawak dan uji fungsi camera freestyle, di lapangan Djayusman, Jumat (23/5/2025).
Brigjen Pol Faizal mengatakan, drone faro nirawak merupakan bagian dari Traffic Accident Analysis (TAA) yang digunakan untuk merekam dari udara dimana nantinya akan menghasilkan data kecepatan kendaraan, titik awal kendaraan, geometri jalan dan cuaca di jalan.
“Jadi sebenarnya Faro ini adalah bagian atau sub dari TAA di dalamnya saya kira tadi cukup lengkap karena dari hasil merekam dari udara itu banyak sekali yang muncul mulai dari kecepatan kendaraan, titik awal kendaraan, sampai dengan bekas-bekas itu kelihatan semua termasuk geometri jalan juga masuk tentunya juga cuaca,” ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal.
Data yang dihasilkan dari nirawak akan digabungkan dengan data dari TAA sehingga menghasilkan data yang lengkap mencakup proses sebelum kejadian, pada saat kejadian dan setelah kejadian.
“Setelah kita gabungkan nanti dengan data yang dari TAA karena ngambilnya statis dari darat, kalo ini dari atas jadi di gabungkan jadi satu nanti akan lebih lengkap lagi bagaimana proses sebelum pada saat dan setelah atau sesudah,” tambahnya.

Lebih lanjut Brigjen Pol Faizal menambahkan, nirawak ini tidak diharapkan digunakan setiap hari, namun untuk mempersiakan dan mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan sehingga kepolisian bisa menentukan langkah selanjutnya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Sebenarnya kita tidak berharap alat ini selalu dipakai tapi itu untuk mempersiapkan karena bagaimanapun inti dari alat ini untuk mengetahui penyebab setelah tahu penyebabnya langkah apa yang dilakukan kepolisian bersama stakeholder untuk mencegah terjadinya laka yang serupa,” jelas Dirgakkum Korlantas Polri.
“Tentunya yang kedua adalah untuk membuat titik terang suatu perkara Laka lantas apakah itu murni kelalaian atau ada unsur kesengajaan kelalaiannya apa pasti apakah dia melanggar dan sebagainya,” lengkapnya.
Brigjen Pol Faizal menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi personel dalam upaya meningkatkan profesionalisme. Hal ini akan memperkuat kapasitas personel dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang tepat dan akurat untuk pencegahan kecelakaan serupa.
“Dengan semakin turun mereka akan semakin berlatih dia semakin berlatih dia akan kemampuannya semakin meningkat artinya akan profesional karena kalau sudah profesional berarti sudah bisa membaca data sudah bisa menganalisa data sudah mengambil kesimpulan saran rekomendasi dan tentunya itu sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran publik, ia berharap hasil analisa data kecelakaan dapat dikemas menjadi informasi edukatif yang disampaikan ke masyarakat. Dengan data yang jelas, masyarakat dapat lebih memahami risiko kecelakaan akibat faktor seperti kelelahan dan kurang kesiapan saat berkendara.
“Kita harapkan outputnya itu untuk kita outcomenya itu nanti untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa ini akibatnya kalau mengantuk kemudian tidak siap dan sebagainya terjadi laka,” jelas Brigjen Pol Faizal.
Terakhir, Dirgakkum Korlantas Polri mengatakan, nirawak ini akan digunakan untuk 6 Polda diantaranya, Korlantas Polri, Polda Metro Jaya, Jawa barat, Jawa tengah, Sumatera Utara, Sulawesi, dan akan memepersiapkan untuk Polda-Polda selanjutnya dengan harapan dapat memberikan titik terang dalam investigasi kasus kecelakaan, serta menyusun rekomendasi untuk mencegah kejadian yang sama.
“Korlantas, Polda Metro Jaya, Jawa barat, Jawa tengah, Sumatera Utara, Sulawesi, nanti mungkin kita akan persiapkan lagi untuk Polda-Polda berikutnya kita analisa juga dievaluasi alat ini apakah betul-betul bisa memberikan kita problem solving artinya titik terang suatu perkara memberikan kita rekomendasi untuk mecegah terjadinya laka yang sama,” pungkasnya.



