KORLANTAS POLRI, Jakarta – Uji coba rekayasa lalu lintas berupa pembukaan tambahan satu lajur di Gerbang Tol Fatmawati 2, Jakarta Selatan, resmi diperpanjang hingga akhir Oktober 2025. Langkah ini diambil setelah evaluasi awal menunjukkan hasil positif dalam mengurai kepadatan di ruas Jalan TB Simatupang.
“Bisa dilanjutkan sampai dengan akhir Oktober. Sebab kalau itu bisa dilakukan akan sangat baik,” ujar Gubernur Jakarta Pramono saat ditemui di Rawa Buaya, Jakarta Barat, Sabtu.
Pramono menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan Kementerian PUPR serta Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) guna memperpanjang masa uji coba.
Selama lima hari pelaksanaan, tercatat akses gratis di Gerbang Tol Fatmawati 2 dimanfaatkan rata-rata oleh 600 kendaraan per hari. Angka ini dinilai berdampak signifikan terhadap penurunan kemacetan, baik di jalan tol maupun di ruas TB Simatupang.
“Selama lima hari berturut-turut, pembukaan akses tol (Fatmawati) yang digratiskan itu rata-rata dilalui sekitar 600 kendaraan. Secara signifikan mengurangi kemacetan di jalan tol maupun di TB Simatupang,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, ia juga menyebutkan, sejak hari pertama uji coba pada 17 September lalu, jumlah kendaraan yang melintas terus meningkat. “Tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Perhubungan, apa yang dilakukan di TB Simatupang dua hari sudah berjalan. Alhamdulillah di hari pertama itu kurang lebih 474 yang melewati,” kata Pramono.
“Di hari kedua, naik hampir 38 persen menjadi 600 lebih (kendaraan),” lanjutnya saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat.
Awalnya, rekayasa lalu lintas ini hanya dijadwalkan sampai 19 September. Uji coba dilakukan pada lajur paling kiri Gerbang Tol Fatmawati 2 dan tidak dikenakan biaya bagi pengguna jalan. Adapun masyarakat dari arah Fatmawati menuju Lebak Bulus tetap bisa menggunakan jalur eksisting.



