KORLANTAS POLRI, Jakarta – Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Tahun Anggaran 2025 yang digelar Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Korlantas Polri resmi berakhir, Jumat (3/10/2025). Kegiatan tiga hari ini ditutup dengan ujian sertifikasi di Fave Hotel Cililitan, Jakarta.
Pelatihan berlangsung sejak 1 Oktober. Hari pertama berisi materi teori, hari kedua diisi dengan praktik keterampilan. Puncaknya, hari ketiga para peserta diuji melalui proses sertifikasi.

Tim penguji berasal dari Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia (PERDAMSI). Mereka memantau langsung setiap peserta yang memperagakan tahapan penanganan gawat darurat. Mulai dari pemeriksaan respon, pengamanan lokasi, pemanggilan ambulans, hingga tindakan resusitasi jantung paru (RJP) dan pemasangan alat automated external defibrillator (AED).
Secara umum, hasil ujian dinilai memuaskan. Para penguji menekankan pentingnya ketepatan posisi tubuh saat melakukan RJP dan keberanian petugas dalam memeriksa respon korban.
Lihat juga: Subdit Gakkum Korlantas Polri Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat TA 2025
Ketika diminta pendapatnya, seluruh peserta kompak menyatakan siap menerapkan keterampilan yang telah dipelajari selama pelatihan.
Penutupan dilakukan oleh AKP Hermawan dari Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri. Ia mengapresiasi semangat para peserta dan menegaskan bahwa penguasaan PPGD sangat penting bagi petugas kepolisian.
“Petugas lalu lintas sering kali menjadi yang pertama tiba di lokasi kecelakaan. Karena itu, kemampuan memberikan pertolongan darurat adalah hal krusial,” ujar AKP Hermawan.



