KORLANTAS POLRI, Jakarta – Rangkaian pelatihan dan sertifikasi pengoperasian drone dan mobile command center yang digelar oleh Bag Ops Korlantas Polri telah selesai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kemampuan personel dalam mendukung sistem digitalisasi lalu lintas dan kesiapan menghadapi pelayanan berbasis teknologi.

“Ya, Alhamdulillah hari ini kita sudah menyelesaikan pelatihan drone. Kita sudah menunjuk personil untuk melakukan pelatihan yang mana pelatihan ini mendapatkan sertifikasi dari FASI,” kata Kasubag Dalops Bag Ops Korlantas Polri AKBP Renaldi Oktavian, Jumat (7/11/2025).
“Sehingga nantinya personil, ada beberapa personil dari Perlantas serta personil dari wilayah yang kita panggil untuk pelatihan ini,” sambungnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis menerbangkan drone, tetapi juga cara mengaplikasikan teknologi udara ini untuk mendukung kegiatan operasional kepolisian.
Penggunaan drone diharapkan dapat membantu pemantauan arus lalu lintas, pengamanan kegiatan masyarakat, serta mendukung pengambilan keputusan cepat dalam manajemen rekayasa lalu lintas.
“Karena untuk menerbangkan drone kita bisa melihat spot-spot ataupun titik-titik berkaitan dengan kegiatan pengamanan, kemudian titik-titik arus, ataupun hal yang lain yang menyangkut dengan kegiatan manajemen rekayasa lalu lintas. Ini juga sangat berguna untuk mengambil sebuah keputusan,” tutur AKBP Renaldi Oktavian.
Lihat juga: Tingkatkan Respons Cepat, Korlantas Polri Gelar Pelatihan Mobil Command Center Berbasis Teknologi Terpadu
“Sehingga tampilan ataupun view yang diberikan oleh drone dapat akurat. Kemudian untuk menerbangkan teknik, kemudian bagaimana cara mengaplikasikannya, anggota itu juga paham,” tambah dia.
Selain pelatihan drone, Korlantas juga mempersiapkan pendistribusian mobile command center ke beberapa wilayah, termasuk Polda Banten dan Polda Jabar untuk mendukung pelaksanaan Operasi Lilin 2025. Pemilihan dua wilayah tersebut dilakukan karena karakteristik geografis dan mobilitas masyarakat yang tinggi selama libur akhir tahun.
“Wilayah Polda Banten menjadi titik penting karena merupakan jalur penyeberangan antara Jawa dan Sumatera. Sedangkan Jawa Barat banyak memiliki lokasi wisata seperti Puncak dan Lembang. Mobil Command Center ini bisa menjadi pusat kendali bergerak untuk memantau kondisi lapangan secara langsung dan mengirimkan data ke pos-pos pusat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyematan pin dari Federasi Air Sport Indonesia (FASI) sebagai tanda seluruh personel telah berhasil menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi nya.


