Home Artikel Pantau Arus Mudik di Rest Area KM 166 Cipali, Peningkatan Lalu Lintas Sudah Mulai dan Terkendali

Pantau Arus Mudik di Rest Area KM 166 Cipali, Peningkatan Lalu Lintas Sudah Mulai dan Terkendali

by Ari Tri
0 comments

KORLANTAS POLRI, Cipali – Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri melakukan pantauan langsung lalu lintas arus mudik Idul Fitri tahun 2025 di Rest Area KM 166 Cipali, Rabu (26/3/2025).

Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengatakan, dalam arus mudik tahun 2025, peningkatan arus lalu lintas sudah mulai dan terurai. Peningkatan di pintu tol Cikatama yang menuju ke arah timur sudah mencapai 40%, sementara arah barat mencapai 35% untuk melakukan penyebrangan menuju Sumatra.

“Untuk update hari ini, Cikatama yang ke arah timur sudah mencapai 40%, kemudian arah barat mencapai 35% yang menyeberang ke Sumatra, sehingga ini tetap kita antisipasi dengan berbagai kegiatan,” ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso.

Berdasarkan hasil monitoring Command Center KM 29, peningkatan arus sudah mencapai hampir 5.000 kendaraan yang keluar, sehingga ini menunjukkan adanya peningkatan arus mudik.

“Hari ini kita akan terus memonitor hingga sore atau malam nanti, karena kebiasaan orang mudik itu setelah subuh, setelah dzuhur, atau mungkin setelah buka puasa,” tambahnya.

Terkait dengan kebijakan pelaksanaan rekayasa lalu lintas, seperti Contraflow, One Way, atau Delaying System, semuanya harus berdasarkan traffic counting yang digelar di KM 50.

“Jika Traffic Counting sudah di atas 5.500 kendaraan dalam waktu tiga jam berturut-turut, maka perlu kita gelar Contraflow. Jika di atas 6.300, akan digelar Contraflow dua lajur, dan jika sudah di atas 8.000, maka akan diterapkan One Way,” jelas Dirgakkum.

Terdapat beberapa lokasi yang menjadi perhatian khusus menurut Dirgakkum, yaitu di KM 47 yang memiliki bottle neck dari enam lajur menjadi lebih sempit, KM 110 yang mengurangi tiga lajur menjadi dua lajur, serta jalur-jalur di KM 91, KM 92, dan KM 100. Oleh karena itu, personel ditempatkan di titik-titik tersebut, dan jalur penyelamat dari Jasa Marga sudah disiapkan.

“Ada beberapa perhatian khusus dari kami terhadap lokasi-lokasi rawan, terutama di KM 47 yang memiliki bottle neck dari enam lajur menjadi empat lajur. Kami akan lebih fokus di sana dan menempatkan personel,” kata Brigjen Pol Raden Slamet.

“Kemudian, di KM 110 yang mengurangi tiga lajur menjadi dua lajur, kami juga menempatkan personel, termasuk di jalur-jalur di KM 91, KM 92, dan KM 100. Kami juga sudah mempersiapkan jalur penyelamat dari Jasa Marga,” tambahnya.

Dengan adanya kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan sumbu tiga, Work From Anywhere (WFA), serta libur panjang, banyak pemudik yang berangkat lebih awal. Dirgakkum mengimbau agar pemudik tetap menjaga jarak kendaraan, beristirahat saat lelah, serta memanfaatkan rest area yang ada di sepanjang jalan arteri.

“Dengan kebijakan SKB pembatasan sumbu tiga, serta libur panjang dengan WFA, distribusi pemudik menjadi lebih merata,” ungkap Dirgakkum.

“Tetap menjaga jarak antara kendaraan satu dengan lainnya, dan jika merasa lelah, silakan istirahat di rest area. Rest area cukup banyak, dan jika rest area penuh, bisa keluar dari tol untuk beristirahat di rest area jalan arteri. Jika ingin masuk lagi, tarif tol tetap tidak ada kenaikan,” pungkasnya.

You may also like

KORPS LALU LINTAS POLRI

Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 37-38, Jakarta Selatan 12770

© 2025 – MEDIA CENTER KORLANTAS POLRI

INFORMASI KONTRIBUTOR

Informasi mengenai kegiatan satuan di wilayah, lalu lintas, maupun kecelakaan dapat dikirimkan melalui email ke redaksintmc@gmail.com

NTMC SCREEN ×