KORLANTAS POLRI, Jakarta– Suasana haru menyelimuti Nur Fatia Azzahra dan keluarga usai dilantik menjadi anggota Polri bersama 806 Bintara Polwan lainnya di Lapangan Hitam Sepolwan Lemdiklat Polri pada Rabu, 18/12/2024.
Fatia bersama 806 Bintara Polwan lainnya telah berhasil menempuh pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) selama 5 bulan dengan keterbatasan fisik yang berhasil dilantik di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan).
Fatia resmi menyandang pangkat Brigadir Dua Polisi (Bripda) setelah menempa pendidikan 5 bulan lamanya di Sepolwan dengan usaha gigih dan pantang menyerah.
“Alhamdulillah, perasaan saya saat ini bercampur aduk. Saya merasa bahagia, saya merasa bangga, saya merasa sedih, dimana saya bisa mencapai kesuksesan di hari ini dengan menyandang pangkat Bripda, dan saya persembahkan kepada kedua orang tua saya,” ungkap Fatia saat diwawancara.
“Terima kasih Ayah dan Ibu atas perjuangan kalian, support dan dukungan kalian. Terima kasih atas doa yang selalu dipanjatkan yang tak henti-hentinya. Sekali lagi saya sangat berterima kasih kepada Ayah dan Ibu. Semoga Ayah dan Ibu sehat selalu, dan selalu dalam lindungan Allah SWT”, lanjut Fatia.

Kedua orang tua Fatia tidak bisa menahan bahagia dan mengungkapkan rasa syukur mereka atas pencapaiannya.
” Kami orang tuanya merasa bangga kepada Fatia, karena Fatia sudah dilantik pada hari ini. Semoga apa yang ia dapatkan disini, ia menjadi Polisi yang terbaik untuk masa depan yang akan datang.” ungkap orang tua Fatia.
Fatia mengucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kesempatan yang diberikan untuk para disabilitas untuk bisa mengikuti rekrutmen Bintara Polri ini.
” Terima kasih kepada Bapak atas kesempatan yang besar, yang telah diberikan kepada kaum disabilitas untuk bisa mendaftar sebagai anggota Bintara Polri. Semoga Bapak Kapolri selalu sukses dan sehat selalu,” pungkasnya.
Institusi Polri telah melakukan Rekrutmen Inklusif dengan membuka kesempatan bagi para penyandang disabilitas. Rekrutmen Inklusif merupakan kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas dengan kompetensi khusus untuk dapat menjadi anggota Polri. Kebijakan inipun sudah mendapatkan apresiasi dari Komnas Disabilitas dan Komnas Perempuan

