Beranda Nasional Panglima TNI dan Kabaharkam Polri Tinjau Pelaksanaan Isoter Penanganan Covid di Solo

Panglima TNI dan Kabaharkam Polri Tinjau Pelaksanaan Isoter Penanganan Covid di Solo

oleh korlantas

KORLANTAS POLRI – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk ketiga kalinya di bulan Juli ini menyambangi Solo, Jateng melihat penanganan corona. Dua kunjungan sebelumnya dilakukan pada 9 Juli dan 17 Juli.

Pada Minggu (25/7), Panglima TNI datang bersama Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, dan Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus.

Dalam siaran pers Mabes TNI, Panglima TNI dan rombongan disambut Wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Dandim Solo Letkol Arm Ronald Siwabessy dan Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond.

Panglima TNI datang ke Solo kali ini meninjau langsung pelaksanaan Isolasi Terpusat (Isoter) di Asrama Haji Donohudan dan SD Negeri Panularan Surakarta, Kec. Serengan, Kota Surakarta, Solo.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengimbau kepada seluruh pasien Covid-19 yang saat ini sedang menjalani Isoter di Asrama Haji Donohudan dan SD Negeri Panularan Surakarta, untuk menyampaikan pesan melalui WhatsApp WA atau Short Message Service (SMS) kepada keluarga, teman dan tetangga yang merasa telah bergejala COVID-19 agar segera menuju ke lokasi Isoter terdekat untuk dilakukan Swab Antigen atau Polymerase Chain Reaction (PCR).

Panglima TNI juga memberikan beberapa penekanan terkait prosedur tetap penanganan yang harus dilakukan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas yaitu dengan melibatkan tim dari kesehatan untuk penanganan warga yang terkonfirmasi Covid-19.

“Ada beberapa langkah yang harus diambil oleh aparat kewilayahan dalam menangani masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19 dan bekerja sama dengan tim kesehatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Panglima TNI menyampaikan bahwa tracing adalah kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Untuk itu, jika ada warga yang terkonfirmasi Covid-19 harus segera dilakukan tracing kontak erat kepada 15 orang terdekat dan melaksanakan swab antigen, kemudian lakukan isolasi mandiri selama 5 hari.

“Setelah itu melakukan swab PCR, jika masih positif kembali melaksanakan isolasi, kalau ada warga tidak mau diswab PCR, harus melaksanakan isolasi selama 14 hari,” jelasnya.

Sementara saat melakukan melakukan dialog secara virtual dengan pasien Covid-19 yang sedang melaksanakan Isoter, Panglima TNI menanyakan kepada seluruh pasien Covid-19 terkait obat-obatan dan makanan yang diterima selama menjalani Isoter.

Secara serentak, para pasien Covid-19 menjawab bahwa distribusi obat-obatan dan makanan selama menjalani Isoter diterima dengan sangat baik dan rutin.

Di akhir kunjungannya, Panglima TNI mendoakan kepada seluruh pasien Covid-19 yang sedang melaksanakan Isoter untuk segera diberikan kesembuhan.

“Saya mendoakan kepada bapak dan ibu sekalian yang sedang menjalani Isoter untuk segera sembuh dan pulih seperti sediakala,” ucapnya.

Related Articles