KORLANTAS POLRI, Jakarta – Korlantas Polri menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Informasi Cepat Lalu Lintas (ICELL), membahas perkembangan sistem pendataan penyidikan perkara lalu lintas berbasis teknologi yang terus menunjukkan tren positif.
Helmi dari tim teknis ICELL menjelaskan bahwa aplikasi ini mencatat peningkatan kinerja signifikan selama dua tahun terakhir.
“Di tahun 2024 datanya sudah cukup baik, dan di 2025 ini ada peningkatan dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Aplikasi ICELL berfungsi mencatat administrasi penyidikan secara real-time dan menyajikan data penyelesaian perkara kepada pejabat di lingkungan Korlantas maupun jajaran di bawahnya. Data tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis.
Saat ini, ICELL sudah terhubung dengan berbagai sistem lain seperti IRSMS, DORS, TAR, dan e-Tilang. Pengembangannya juga tengah diarahkan untuk terintegrasi dengan aparat penegak hukum lain seperti Kejaksaan dan Pengadilan.
“Nantinya penyidik bisa langsung tahu apakah suatu perkara sudah inkrah atau sudah ada putusan pengadilan,” tambah Helmi.
ICELL secara khusus menangani tindak pidana lalu lintas, seperti kecelakaan dan pelanggaran over dimensi dan overload. Dari total perkara yang tercatat, kasus kecelakaan mendominasi. Dari sisi kinerja, capaian ICELL meningkat dari level IKU 4 menjadi level 5 atau di atas 80 persen pada 2025 ini.
Sementara itu, peserta Anev juga menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan kegiatan ini.
June Carla dari Polres Seram Bagian Barat, Polda Maluku menilai Anev ICELL sangat membantu satuan lalu lintas di wilayah.
“Kegiatan Anev ini sangat bagus dan bermanfaat, khususnya bagi kami para Kasatlantas. Biasanya kami mengalami kendala di awal, tapi dengan Anev ICELL ini sangat membantu dalam pelaksanaan penginputan data, terutama penanganan laka lantas di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyarankan peningkatan kualitas jaringan agar pelaksanaan aplikasi bisa lebih maksimal di daerah. “Harapannya ICELL bisa lebih ditingkatkan lagi provider-provider pendukungnya, karena kami di daerah sering terkendala jaringan,” tambahnya.
Senada, AKBP Suryo Wibowo, S.I.K dari Polda DIY juga menilai kegiatan ini penting karena melibatkan jajaran wilayah untuk menyampaikan dinamika lapangan secara langsung.
“Kegiatan ini bagus karena dihadiri pejabat dari wilayah. Kita bisa menyampaikan update situasi, kendala yang dihadapi penyidik, serta memberikan sumbangsih informasi untuk menyempurnakan program-program Korlantas, terutama dalam pemanfaatan data berbasis aplikasi seperti ICELL maupun SMS,” kata Suryo.
Ia menambahkan bahwa pihaknya selalu mendukung kebijakan pimpinan, demi pelayanan hukum yang lebih sinergis, baik secara internal maupun eksternal. “Upaya sinergis ini penting untuk mengoptimalkan pencegahan kecelakaan lalu lintas dan penanganan perkara secara menyeluruh,” tutupnya.


