KORLANTAS POLRI, Jawa Timur – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2025” dalam rangka Pengamanan Idul Fitri 1446H tahun 2025, di Lapangan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (20/3/2025).
Turut mendampingi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, apel gelar pasukan ini dilakukan untuk mendukung kesiapan pengamanan mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Kegiatan operasi terpusat dibagi menjadi dua tahap, di mana hari ini dilakukan untuk 8 Polda prioritas, sementara pada 26 Maret akan dilaksanakan apel gelar di 28 Polda lainnya.
“Untuk kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan bagian dari operasi terpusat, di mana kita bagi menjadi dua kegiatan: dimulai hari ini untuk delapan Polda prioritas, sementara pada 26 Maret akan dilaksanakan apel gelar di 28 Polda,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Operasi Ketupat 2025 berlangsung selama 14 hingga 17 hari, dengan 17 hari untuk Polda prioritas, sementara 28 Polda lainnya akan melaksanakan operasi selama 14 hari. Sementara itu, prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi antara tanggal 28 – 30 Maret, dan puncak arus balik kemungkinan antara tanggal 5 – 7 April 2025.
“Untuk kegiatan operasi ketupat ini berlangsung 14 hingga 17 hari. Untuk Polda prioritas 17 hari, dan untuk 28 Polda lainnya 14 hari. Prediksi puncak arus mudik kemungkinan terjadi antara tanggal 28 hingga 30 Maret, dan puncak arus balik antara tanggal 5 dan 7 April 2025,” tambahnya.

Kegiatan Operasi Ketupat melibatkan TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, Basarnas, BMKG, dan stakeholder lainnya, dengan total 164.298 personel gabungan. Sebanyak 2.835 posko didirikan, terdiri dari 1.738 Pos Pengamanan, 788 Pos Pelayanan, 309 Pos Terpadu, serta mengamankan 126.736 objek pengamanan.
“Dengan total 164.298 personel gabungan, terdapat 2.835 posko, yang terdiri dari 1.738 Pos Pengamanan, 788 Pos Pelayanan, 309 Pos Terpadu, dan kami mengamankan 126.736 objek pengamanan, mulai dari masjid, lokasi sholat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata,” jelas Kapolri.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, dilakukan rekayasa lalu lintas seperti pengaturan perjalanan untuk kendaraan dengan sumbu tiga, ganjil-genap, contraflow, dan one way, yang disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di jalur tol utama, serta pengamanan di jalur arteri.
“Mengantisipasi kepadatan, kami akan melakukan rekayasa lalu lintas, mulai dari pengaturan perjalanan untuk kendaraan sumbu tiga, ganjil-genap, contraflow, dan one way. Tentunya semua disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di jalur tol utama,” ujar Kapolri.
“Selain itu, pengamanan juga dilakukan di jalur arteri dan pos-pos yang sudah dipersiapkan, sehingga kami harapkan masyarakat dapat terlayani dengan baik, baik di jalur tol maupun di jalur arteri,” tambahnya.
Untuk memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi selama pelaksanaan mudik, saluran hotline 110 akan siap melayani selama 24 jam pada pelayanan mudik 2025.
“Saluran hotline 110 disediakan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi atau mengadukan masalah terkait pelayanan mudik. Petugas 24 jam siap memberikan pelayanan, sehingga kami harapkan pelayanan mudik 2025 ini bisa semakin baik,” pungkasnya.
Baca Juga : https://korlantas.polri.go.id/index.php/2025/03/20/korlantas-polri-siapkan-2800-pos-pengamanan-mudik

