KORLANTAS POLRI, Bakauheni – Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo serta stakeholder terkait meninjau kesiapan jalur penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Wika Beton, Lampung, pada Kamis (20/2/2025).
Dalam sambutannya, Kakorlantas Polri mengapresiasi kesiapan ASDP Cabang Bakauheni dalam menghadapi arus mudik dan arus balik libur Lebaran 2025. Ia menyoroti akan adanya peningkatan 14% pada arus balik dari Sumatera ke Jawa yang perlu diantisipasi dengan baik.
“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas paparan tadi. Bakauheni ini justru pada saat arus balik mengalami peningkatan 14% yang harus diantisipasi. Namun, saya yakin arus mudik dan arus balik akan berjalan aman,” ujar Kakorlantas.
Lebih lanjut, Kakorlantas Polri menjelaskan bahwa saat ini Korlantas Polri bersama jajaran Ditlantas Polda se-Indonesia sedang menggelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas yang nantinya akan di evaluasi dan merumuskan cara bertindak untuk mempersiapkan Operasi Ketupat mendatang.

“Operasi Keselamatan Lalu Lintas ini juga merupakan operasi kemanusiaan, di mana negara hadir bersama para stakeholder untuk melayani masyarakat, memastikan arus mudik dan arus balik berjalan aman, serta mengantisipasi terjadinya peristiwa yang menonjol,” jelasnya.
Selain itu, Kakorlantas menegaskan bahwa ada empat klaster utama yang akan dikelola bersama stakeholder dalam rangka kelancaran arus lalu lintas, yaitu jalan tol, jalan nasional, jalan kabupaten, serta pelabuhan penyeberangan di Bakauheni, Merak, Tanjung Perak, dan Ketapang Banyuwangi.
“Ada 4 cluster yang nanti kita kelola bersama sama jalan tol jalan nasional kabupaten yang kedua pelabuhan di penyebrangan di Bakauheni, Merak, Tanjung Perak, Ketapang Banyuwangi saya yakin semua sudah mempersiapkan Bagaimana kita bisa melayani masyarakat baik itu mudik ataupun balik,” tutupnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Korlantas Polri dan para pemangku kepentingan dalam memastikan kesiapan infrastruktur dan pelayanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025.



