KORLANTAS POLRI, Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam latihan pra-operasi Ketupat 2025 yang digelar hari ini. Irjen Agus menekankan pentingnya menjaga stabilitas Harmoni, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Serta Pembangunan Masyarakat (Harkamtibmas) serta kelancaran arus lalu lintas selama periode libur lebaran.
“Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menjaga Harkamtibmas yang aman, serta mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar. Semua pihak, baik instruktur maupun personel lainnya, harus bekerja sama agar hal ini tercapai,” ujar Irjen Agus saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa operasi Ketupat 2025, yang bersifat kemanusiaan, akan menghadapi dinamika tinggi terkait arus lalu lintas, terutama terkait dengan pengaturan mudik dan perayaan Hari Raya Nyepi. Tanggal 29 Maret 2025, masyarakat Hindu akan merayakan Hari Nyepi, sementara operasi Ketupat di Jawa, Lampung, dan Bali akan berlangsung dari tanggal 23 Maret hingga 8 April 2025.
Untuk Bali, khususnya, Irjen Agus menyebutkan ada pembatasan lalu lintas pada 28 Maret 2025 mulai pukul 17.00 WITA. “Tidak ada kendaraan yang boleh masuk Bali setelah pukul 17.00 pada tanggal 28 Maret, dan gerakan kendaraan dari Bali ke Banyuwangi juga akan dibatasi,” jelasnya.
Kakorlantas juga mengingatkan akan pentingnya evaluasi terkait tiga aspek utama dalam kelancaran operasi Ketupat : moda transportasi, infrastruktur jalan, dan rekayasa lalu lintas. Menurutnya, moda transportasi harus menjadi perhatian utama karena sekitar 42 persen pemudik menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor.

“Tahun ini, perbaikan infrastruktur jalan terbatas pada penambalan lubang. Meskipun sebagian jalan sudah diperbaiki, ada beberapa titik yang masih berlubang. Hal ini bisa menyebabkan kemacetan, terutama di jalur Pantura dan jalur selatan,” imbuhnya.
Rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan sesuai dengan prediksi arus mudik. Salah satunya, contraflow dan one-way akan diterapkan jika volume kendaraan di jalur utama mencapai titik kritis.
“Jika jumlah kendaraan per jam di KM 47 sudah mencapai 5.500 unit, kita akan terapkan contraflow. Begitu juga jika volume kendaraan semakin meningkat,” tambah Kakorlantas.
Irjen Agus berharap, melalui koordinasi yang baik antara Kapolda, Kapolres, dan Dirlantas, operasi Ketupat 2025 akan berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keselamatan pemudik dan warga yang merayakan Nyepi adalah prioritas utama.
“Dengan pengelolaan yang baik, kami yakin kita bisa menghindari kemacetan. Kalau kondisi sudah padat, kami akan lakukan rekayasa lalu lintas agar arus tetap berjalan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Lihat Juga : https://www.youtube.com/watch?v=hKksAPULF6M



