KORLANTAS POLRI, Yogyakarta– Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta untuk memantau jalannya Operasi Keselamatan Lalu Lintas yang tengah berlangsung. Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Agus menekankan pentingnya kesiapan Korlantas Polri dan jajaran dalam memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan.
“Hari ini saya datang ke Yogyakarta dalam rangka memantau operasi keselamatan lalu lintas, karena operasi ini merupakan bagian dari kesiapan Korlantas Polri dan jajaran dalam menjaga keselamatan lalu lintas selama periode tertentu,” ujar Agus.
Dalam kunjungannya, Kakorlantas Polri menyampaikan bahwa situasi lalu lintas di Yogyakarta saat ini cukup terkendali, dengan pengamanan dan personel yang telah ditempatkan di sejumlah titik rawan. Agus juga mengapresiasi implementasi manajemen lalu lintas berbasis teknologi informasi (IT) yang ada di Yogyakarta.
“Kami akan terus mengembangkan dan mengevaluasi smart city di Yogyakarta, Solo, Bali, dan Medan sebagai bagian dari pengembangan manajemen lalu lintas yang berbasis IT,” tambahnya.
Selain itu, Kakorlantas Polri juga menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini turut memantau kegiatan Tour of Kemala Bhayangkari yang akan digelar pada 16 Februari 2025 mendatang.

“Operasi keselamatan lalu lintas ini baru berlangsung sepekan dan akan berlangsung selama 14 hari. Kami juga memantau kegiatan Tour of Kemala di sini sebagai bagian dari persiapan,” jelas Agus.
Dalam rangka memastikan keselamatan lalu lintas, beberapa sektor transportasi menjadi prioritas utama, termasuk pengelolaan jalan tol, jalan nasional arteri, dan pelabuhan penyeberangan.
“Jalan tol dan jalur utama akan dikelola secara komprehensif, kami juga akan memantau arus lalu lintas yang menuju tempat wisata dan lokasi pemudik,” ujar Agus.
Irjen Pol Agus juga mengungkapkan bahwa beberapa titik di ruas tol berpotensi mengalami kemacetan, terutama pada lajur yang menyempit dari tiga menjadi dua. Sebagai solusi, pengaturan contraflow dan sistem one-way akan diterapkan di titik-titik tertentu, seperti yang sudah dilakukan di beberapa kota besar.
Selain itu, Kakorlantas Polri juga menyoroti pentingnya pengelolaan rest area dan titik keluar-masuk tol yang sering menjadi kendala saat jam-jam puncak.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jasamarga, dan Jasaraharja untuk memperbaiki jalan rusak dan memastikan operasional tol berjalan lancar,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi lonjakan kendaraan, pihaknya sedang mengkaji beberapa opsi, salah satunya penerapan ganjil-genap (gage) jika diperlukan.
Dengan adanya sinergi antara kepolisian, instansi terkait, serta penggunaan teknologi informasi, diharapkan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan selama musim mudik Lebaran dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan nyaman.

