KORLANTAS POLRI, Cikarang – Kesiapan Korlantas Polri dalam Operasi Lilin semakin matang. Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. turun langsung mengecek dan melakukan simulasi terhadap seluruh fasilitas pengamanan Nataru di Command Center KM 29 Cikampek, Cikarang Utara, Jumat (28/11/25).
Kegiatan turut dihadiri anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan, Karorenmin Stamaops Polri Irjen Pol. Pudji Santosa, Plt. Dirut Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Direktur Human Capital dan Transformasi Jasa Marga Yoga Tri Anggoro, Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Hubdat Rudi Irawan, Direktur Teknik ASDP Nana Sutisna, Ketua Tim Akselerasi Komdigi Agus Setio, dan sejumlah perwakilan provider seluler. Selain itu, Pejabat Utama Korlantas Polri turut mendampingi kegiatan ini, seperti Dirkamsel Brigjen Pol. Prianto, Auditor Satker Korlantas Brigjen Pol. Chiko Ardwiatto, Kabagops Kombes Pol. Aries Syahbudin, Kabagrenmin Kombes Pol. I Made Agus Prasatya, Kasubdit Dakgar Kombes Pol. Matrius, serta Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Komarudin.
Pengecekan dimulai dari kendaraan Mobile Command Center. Kendaraan ini merupakan pusat pemantauan lalu lintas yang dapat berpindah-pindah ke sejumlah titik lalu lintas. Mobile Command Center terhubung langsung ke sistem Korlantas Polri dan dapat menerima input visual dari drone pemantau lalu lintas secara real-time. Laporan lalu lintas dapat dikirim langsung ke Korlantas Polri, maupun ke publik.
Kemudian Kakorlantas mengecek kendaraan operasional ETLE Drone Patrol Presisi. ETLE Drone ini memiliki kemampuan merekam dengan kualitas tinggi, mampu mendeteksi pelat nomor, memiliki kemampuan face recognition, serta dapat terhubung ke Mobile Command Center, sehingga setiap pelanggaran dapat ditindak dengan cepat dan akurat.
Lihat juga: Command Center KM 29 Pusat Pengawasan Nataru, Kakorlantas Perkuat Integrasi Teknologi
Kakorlantas juga mengecek kendaraan operasional penanganan kecelakaan, seperti mobil Road Accident Rescue (RAR), dan mobil olah TKP. Unit mobil RAR memiliki teknologi Hydraulic Spreader yang berguna untuk membongkar badan kendaraan dalam situasi evakuasi korban kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, unit mobil olah TKP dibekali peralatan Traffic Accident Analysis, mulai dari drone hingga 3D Scanner yang mampu memberikan analisis dan reka ulang kejadian secara detail dan cepat.

Selain itu, Kakorlantas juga mengecek pesawat nirawak besar (VTOL UAV) dengan jarak jelajah hingga 20 km dan zoom optik 30x. UAV ini dirancang untuk menjangkau titik buta yang tidak terlihat CCTV jalan tol. Unit pangkalan drone ini pun menggunakan kendaraan operasional, sehingga bisa dipindahkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Lihat juga: Korlantas Polri Siap Hadapi Nataru 2025–2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Revitalisasi ETLE
Usai melakukan pengecekan lapangan, Kakorlantas melanjutkan agenda dengan paparan dan simulasi teknologi pengendalian lalu lintas di dalam Command Center KM 29, Cikarang Utara. Sejumlah fitur canggih yang akan mendukung Operasi Lilin dan Operasi Zebra 2025 dipresentasikan secara komprehensif.
Di dalam Command Center, petugas melakukan simulasi Drone ETLE Mobile Presisi, yang memperlihatkan kemampuan drone dalam menangkap pelanggaran lalu lintas secara real time dari udara. Drone ini menjadi salah satu perangkat penguatan penegakan hukum berbasis elektronik di titik-titik rawan.
Kemudian diperlihatkan juga sistem K3I Korlantas dan sistem Sislaops selama Operasi Zebra 2025 yang masih berlangsung. Dalam sesi ini menjelaskan bagaimana proses pemantauan, analisis, dan pengambilan keputusan dilakukan secara terintegrasi di pusat komando.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah simulasi SMS Blast yang merupakan hasil kolaborasi Korlantas, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta provider seluler. Lewat sistem ini, pengguna jalan akan menerima notifikasi langsung mengenai kondisi arus lalu lintas di lokasi tertentu, terutama menjelang puncak kepadatan.
Korlantas juga menunjukkan penguatan koordinasi lintas instansi, termasuk kolaborasi bersama ASDP untuk memonitor pergerakan kendaraan dan antrean di sejumlah Pelabuhan seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, hingga Gilimanuk secara langsung.
Dalam kegiatan ini, Jasa Marga juga menunjukkan sistem Jasa Marga Integrated Digital Map (JID), sebuah dashboard berskala nasional yang menampilkan kondisi lalu lintas dari seluruh ruas jalan tol di Indonesia dalam satu tampilan terintegrasi.
Dengan rangkaian pengecekan Command Center KM 29 ini, Korlantas Polri menegaskan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru akan mengandalkan teknologi presisi, integrasi data, dan kolaborasi antarinstansi demi memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.


