KORLANTAS POLRI, Lingga – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Polres Lingga menggelar program “Police Goes to Pesantren” dengan tema Polantas Menyapa. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Baitul Qur’an, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, pada Jumat (6/9/2025).
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, melalui Kasat Lantas IPTU Abdurrahman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk menumbuhkan budaya lalu lintas yang aman dan tertib di kalangan generasi muda.
“Melalui pendekatan edukatif seperti ini, kami berharap para santri dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan mereka masing-masing,” ujar IPTU Abdurrahman.

Dalam kegiatan itu, para santri diberikan pemahaman mengenai aturan dan etika berkendara. Materi yang disampaikan mencakup kelengkapan kendaraan seperti SIM, STNK, kaca spion, serta kondisi lampu yang wajib berfungsi baik. Satlantas juga mengingatkan larangan mengemudi di bawah umur, larangan berboncengan lebih dari satu orang pada motor, serta bahaya melawan arus lalu lintas yang dapat memicu kecelakaan fatal.
Lihat juga: Satlantas Ciamis Go to Pesantren, Sambut HUT Lalin ke-70
Tak hanya itu, pesan keselamatan juga menekankan kewajiban memakai helm berstandar SNI, penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, hingga larangan berkendara dalam kondisi mabuk atau menggunakan ponsel saat mengemudi. Personel Satlantas turut mengingatkan soal dampak negatif knalpot bising yang tidak sesuai spesifikasi karena bisa mengganggu kenyamanan masyarakat.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qur’an memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Satlantas Polres Lingga. Edukasi seperti ini penting untuk membentuk karakter santri agar menjadi pribadi yang taat aturan dan bertanggung jawab di jalan raya,” tutur salah satu pengasuh pesantren.
Program ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh para santri. Mereka terlihat aktif bertanya sekaligus berbagi pengalaman seputar keselamatan berkendara.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak semua pihak, termasuk lembaga pendidikan seperti pesantren, untuk ikut serta menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih baik,” pungkas IPTU Abdurrahman.



