KORLANTAS POLRI, Jakarta-Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Aan Suhanan menghadiri Podcast Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri dengan Tema ‘Strategi Polri
dalam Pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2025′.
Dalam penjelasannya, Kakorlantas mengatakan bahwa faktor penyebab meningkatnya tren masyarakat melaksanakan perjalanan Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 salah satunya karena berhasil melewati pandemi Covid-19
“Melewati pasca covid ini sudah meningkat trennya sehingga animo masyarakat yang akan bepergian itu pulang kampung atau yang mudik untuk berwisata untuk ke tempat peribadatan dan kegiatan rutin ini ada peningkatan, kata Kakorlantas, Senin di Aula Perpus STIK, Jakarta. (23/12/2024).
Dalam sesi podcast tersebut, Irjen Pol Aan Suhanan juga menyebut bahwa persoalan lalu lintas bukan hanya kewenangan polisi, bahkan ia juga memberi contoh pekerjaan polantas khususnya dalam mensukseskan agenda seperti Operasi Nataru tahun ini.
“Masalah lalu lintas bukan hanya masalah polisi lalu lintas yang biasanya melihat pelanggaran-pelanggaran. Kita diminta juga melihat contoh di tempat wisata atau jalur wisata seperti Simpang Gadog kita mitigasi dulu permasalahan-permasalahan yang ada di akses tempat wisata ini dan dari situ kita temukan berapa potensi kecelakaan nanti masalah parkir diperlukan pengelola wisata itu,” ungkap dia.
“Kemudian sarana dan prasarana lengkap dengan objek dan seterusnya yang menjadi permasalahan ini makanya kita coba koordinasi kepentingan dengan seluruh kepentingan termasuk tempat wisata ada beberapa strategi untuk mencegah tentu pada saat pelaksanaan kita akan melakukan strategi-strategi rekayasa lalu lintas dan membawa data-data pada saat mitigasi,” sambungnya.
Kakorlantas juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri apabila merasa lelah dalam perjalanan. Ia mengimbau agar segera menepi menuju rest area terdekat atau keluar sejenak menuju jalur arteri.
“Pada saat perjalanan apabila konsentrasi sudah mulai buyar, (segera) istirahat jangan dipaksa, kalau sudah ngantuk jangan berkendara. Tolong segera cari rest area, kalau rest area gak ada silahkan keluar tol dan jangan berhenti di bahu jalan,” tutur Irjen Aan.
“Kemudian untuk masyarakat yang melaksanakan mudik dan wisata jarak jauh menggunakan kendaraan roda dua, saya mengimbau untuk tidak menggunakan (kendaraan) roda dua untuk perjalanan dan wisata jarak jauh karena ini sangat potensial terjadi kecelakaan,” tambah dia.
Terakhir, Kakorlantas berpesan kepada mahasiswa PTIK bahwa ilmu kepolisiannya ini sangat berguna untuk menentukan suatu kebijakan berdasarkan ukuran data di lapangan, khususnya terkait penanganan arus lalin Libur Nataru kali ini.
“Jadi untuk PTIK ini ilmu kepolisiannya bertransformasi tidak hanya konvensional tapi juga semua by data (digital). Jadi kalau buat strategi tentang penambahan kapasitas jalan atau contra flow atau one way itu tidak asal menentukan cb itu saat ini jadi berdasarkan data berdasarkan angka-angka,” pungkasnya.

