KORLANTAS POLRI, Jakarta – Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Korlantas Polri yang membahas kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru. Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Komisi III memberikan apresiasi atas pemaparan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho terkait inovasi dan peningkatan layanan lalu lintas.
Anggota Komisi III Abu Bakar Al-Habsyi menyebut Korlantas kini semakin humanis dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, Korlantas menjadi wajah paling terlihat dari kepolisian di kehidupan sehari-hari.
“Saya lihat Kakorlantas hari ini sangat fleksibel, supel, humble, dan confident. Wajah polisi yang paling terlihat itu polisi lalu lintas. Dan tadi dari penyampaian Pak Agusuryo sangat menguasai,” kata Abu Bakar.
Ia juga menyinggung soal perbaikan penanganan kecelakaan lalu lintas yang menunjukkan tren semakin baik dari tahun ke tahun. Meski begitu, ia mengingatkan agar upaya menekan korban jiwa tidak boleh berhenti.
“Kecelakaan sedikit pun tetap menyangkut nyawa. Harus dijelaskan akar persoalannya. Apakah patroli kurang, kualitas kendaraan, atau minim penerangan jalan? Apa intervensi berbasis data untuk Nataru mendatang?” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III Sarifuddin Sudding memberikan apresiasi atas berbagai inovasi layanan digital yang dilakukan Korlantas.
“Sangat bagus ini. Ada aplikasi Signal untuk bayar pajak kendaraan tanpa ke Samsat, ada Sinar untuk perpanjangan SIM. Itu mempermudah masyarakat,” ucap Sudding.
Lihat juga: RDP Nataru, Komisi III Puji Korlantas soal Pelayanan ke Masyarakat
Ia kemudian mendorong agar SIM tidak perlu diperpanjang berkala, melainkan berlaku seumur hidup sehingga tidak lagi membebani masyarakat.
“Jika diterapkan, itu sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Sudding juga menyebut tren perbaikan keselamatan lalu lintas menunjukkan kinerja Korlantas yang semakin baik. Namun ia meminta upaya pencegahan terus ditingkatkan demi keselamatan pengguna jalan.
“Capaian ini perlu dipertahankan, lalu terus ditingkatkan lewat inovasi. Karena semua orang pasti berhadapan dengan lalu lintas,” kata Sudding.
Ia juga meminta dukungan kendaraan operasional di daerah rawan bencana serta koordinasi dengan pihak terkait agar pengerjaan jalan dihentikan sementara saat puncak arus libur panjang untuk mencegah hambatan lalu lintas.
“Terus lakukan perbaikan demi kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas,” tutupnya.


