KORLANTAS POLRI, Grobogan – Satlantas Polres Grobogan, Jawa Tengah menggelar doa lintas agama dan edukasi keselamatan berkendara di Balai Kelurahan Kuripan, Grobogan, Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang digelar menjelang Hari Ulang Tahun ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara itu diikuti jajaran Satlantas Polres Grobogan, tokoh agama, pemerintah kelurahan, perwakilan PT Jasa Raharja, serta masyarakat.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang melibatkan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu. Polisi kemudian memberikan edukasi terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Satlantas juga menyosialisasikan lokasi rawan kecelakaan atau blackspot di wilayah hukum Polres Grobogan. Selain itu, polisi menyerahkan bantuan helm kepada sejumlah warga.
Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Kami Satlantas Polres Grobogan melaksanakan kegiatan doa lintas agama dalam rangka Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Tidak lain dan tidak bukan, kita berupaya supaya angka kecelakaan lalu lintas, terutama di Kabupaten Grobogan, dapat turun,” kata AKP Kumala.
Lihat juga: Tekan Pelanggaran & Kecelakaan Lalu Lintas, Satlantas Bojonegoro Patroli Lalu Lintas di Titik Rawan
AKP Kumala menjelaskan Kelurahan Kuripan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masuk dalam pemetaan blackspot atau lokasi rawan kecelakaan.
“Karena kelurahan Kuripan ini menjadi salah satu lokasi blackspot atau banyak kecelakaan lalu lintas yang telah terjadi. Sehingga kita bekerja sama dengan Lurah Kuripan, kita adakan doa lintas agama di sini, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Selain itu, berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) terdapat dua titik blackspot di wilayah Polres Grobogan, kedua lokasi itu berada di Kelurahan Kuripan dan kawasan Simpang Mitra di Jalan Diponegoro.
“Blackspot itu suatu lokasi yang terjadi kecelakaan lalu lintas dengan tingkat kuantitas maupun fatalitas korban yang tinggi. Dari hasil analisis, faktor manusia sangat dominan, seperti kurang konsentrasi, lelah, dan mengantuk,” jelasnya.
AKP Kumala mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi tubuh dan kesiapan kendaraan sebelum berkendara. Pengguna jalan juga diminta mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami senantiasa mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk terus berhati-hati dalam berkendara. Pastikan Tri Siap, yaitu siap diri, siap kendaraan, dan siap mematuhi aturan berlalu lintas. Mari wujudkan keselamatan berlalu lintas dan jadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam berkendara,” tandasnya.

