KORLANTAS POLRI, Banyuwangi – Kepadatan masih terjadi di sejumlah ruas jalan di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, hingga Senin (7/9/2026).
Antrean kendaraan yang berlangsung sejak Rabu (2/9/2026) tersebut bahkan mengular hingga belasan kilometer di jalur Situbondo–Banyuwangi.
Kepadatan kendaraan ini berdampak pada kelancaran mobilitas masyarakat. Arus lalu lintas tersendat akibat tingginya volume kendaraan, terutama kendaraan logistik yang hendak menyeberang menuju Bali.
Kemacetan terjadi di tengah pekerjaan perbaikan dan peningkatan kapasitas dermaga pada lintasan penyeberangan. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh kendaraan yang berhenti sembarangan maupun mengambil jalur yang tidak semestinya.
Untuk mengurai kemacetan Banyuwangi, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hakim, S.I.K., M.H., turun langsung ke lapangan bersama personel BKO Polda Jatim dan BKO Polres.
Sebanyak 86 personel dikerahkan guna membantu menangani kepadatan lalu lintas di sejumlah titik.
Kehadiran personel kepolisian dilakukan untuk memastikan penanganan kemacetan berjalan cepat dan terukur. Petugas ditempatkan di titik-titik kepadatan untuk melakukan pengaturan, mengurai antrean, sekaligus memantau pergerakan kendaraan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian petugas adalah kendaraan yang ngeblong atau menerobos jalur.
Aksi tersebut dinilai dapat mengganggu pergerakan kendaraan lain dan membuat antrean semakin panjang. Petugas kemudian melakukan penertiban sekaligus pengaturan agar arus kendaraan tetap bergerak sesuai jalurnya.
Di tengah kemacetan panjang, kepolisian juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang terdampak.
Petugas membagikan makanan kepada pengemudi dan pengguna jalan yang harus bertahan dalam antrean panjang. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian personel terhadap masyarakat yang mengalami perjalanan panjang akibat kepadatan lalu lintas.
Lihat juga: Bantu Urai Kepadatan Kendaraan, Ditlantas Polda Jatim Perkuat Pengamanan dan Pengaturan Lalin di Pelabuhan Ketapang
Selain mengurai antrean, petugas juga memberikan prioritas kepada kendaraan yang bersifat mendesak, terutama ambulans.
Petugas berupaya membuka ruang agar ambulans dapat melewati antrean kendaraan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah pasien maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis mengalami keterlambatan.
Tidak hanya ambulans, petugas juga memperhatikan kondisi para pengemudi yang terjebak dalam antrean panjang.
Sejumlah pengemudi ditemukan memilih beristirahat hingga tertidur di dalam kendaraan. Kondisi tersebut berpotensi membuat kendaraan berhenti lebih lama dan menghambat arus lalu lintas.
Petugas kemudian membangunkan pengemudi agar kendaraan kembali bergerak sehingga antrean tidak semakin panjang.
Selain pengaturan di titik-titik kemacetan, personel kepolisian juga melakukan patroli secara berkala untuk memantau situasi lalu lintas. Patroli dilakukan guna mendeteksi titik-titik baru yang mengalami kepadatan sekaligus memastikan tidak terdapat hambatan yang dapat memperlambat arus kendaraan.
Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Banyuwangi. Penanganan dilakukan tidak hanya dengan mengurai kendaraan, tetapi juga dengan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang terdampak.
Kepolisian memastikan pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan selama kepadatan masih terjadi. Personel di lapangan juga terus berkoordinasi untuk menentukan langkah berikutnya sesuai dengan perkembangan situasi.
Dengan penanganan langsung dan kehadiran personel di sejumlah titik strategis, diharapkan kepadatan kendaraan di Banyuwangi dapat segera terurai dan arus lalu lintas kembali bergerak normal.
Bagi masyarakat yang melintas di wilayah terdampak, kepolisian mengimbau agar tetap bersabar, mengikuti arahan petugas di lapangan, tidak mengambil jalur berlawanan arah, serta memberikan ruang bagi kendaraan prioritas seperti ambulans untuk melintas.
Upaya penguraian kemacetan terus dilakukan, dengan mengedepankan ketertiban lalu lintas sekaligus pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

