KORLANTAS POLRI, Bogor – Sebuah truk trailer mengalami mogok akibat gangguan mesin di ruas Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jumat (24/7/2026). Di balik insiden tersebut, personel Patroli Jalan Raya (PJR) BORR Bocimi menunjukkan pendekatan humanis melalui Program Polantas KARIB dengan memberikan edukasi langsung kepada pengemudi demi mencegah kecelakaan di jalan tol.
Peristiwa tersebut terjadi di Km 52+200 A Tol Bocimi. Truk trailer bernomor polisi B 9862 USH mengalami gangguan mesin sehingga terpaksa berhenti di bahu jalan sambil menunggu kendaraan derek (storing) yang didatangkan dari Cibinong.
Melihat kondisi tersebut, Aiptu Rahmadi personel PJR BORR Bocimi segera mendatangi lokasi untuk memastikan situasi tetap aman.
Selain melakukan pengecekan terhadap kondisi pengemudi dan kendaraan, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi aturan saat menghadapi kendala di jalan tol.
Petugas mengingatkan agar pengemudi segera menghubungi petugas jalan tol atau layanan patroli apabila mengalami gangguan kendaraan, serta memastikan kendaraan diberi tanda peringatan agar mudah diketahui oleh pengguna jalan lainnya.
“Bahu jalan hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang mengalami kondisi darurat. Ketika kendaraan mengalami gangguan mesin, pengemudi harus segera memasang rambu peringatan dan menghubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan aman,” ujar Aiptu Rahmadi.
Lihat juga: Motor Baru Tanpa Pelat Nomor, Bolehkah Digunakan di Jalan?
Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan, personel PJR kemudian berkoordinasi dengan patroli jalan tol guna melakukan pemasangan perambuan dan pengamanan di sekitar lokasi kendaraan mogok.
Langkah tersebut dilakukan agar pengendara lain dapat mengetahui adanya kendaraan yang berhenti di bahu jalan dan mengurangi kecepatan saat melintas.
Melalui pendekatan humanis dalam program Polantas KARIB, PJR BORR Bocimi terus mengedepankan edukasi kepada para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi peraturan lalu lintas.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, untuk memahami langkah-langkah penanganan darurat di jalan tol.
Dengan meningkatnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, risiko kecelakaan akibat kendaraan mogok di jalan tol diharapkan dapat ditekan sehingga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga.

