KORLANTAS POLRI, Purbalingga – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada para siswa. Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif melalui media badut dan wayang lalu lintas agar materi keselamatan lebih mudah dipahami anak-anak.
Sosialisasi dilaksanakan pada Senin (13/07/2026) di SD Negeri 2 Karangcegak dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kedungjampang, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, badut lalu lintas mengajak para siswa berinteraksi melalui permainan dan gerakan edukatif yang menyampaikan pesan keselamatan di jalan. Suasana yang menyenangkan membuat peserta mengikuti materi dengan antusias sekaligus lebih mudah memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
Selain itu, petugas juga menghadirkan wayang lalu lintas sebagai sarana pembelajaran. Melalui cerita yang disampaikan, siswa dikenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas, tata cara berkendara yang aman, serta pentingnya disiplin saat berada di jalan. Pendekatan tersebut dipilih karena dinilai lebih dekat dengan anak-anak dan mudah diingat.
Lihat juga: Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polresta Banjarmasin Gelar Polisi Sahabat Anak
Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Gharasa Zahra Zahirah melalui PS Kanit Kamsel Satlantas Aipda Teguh Riyanto mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari program edukasi keselamatan berlalu lintas yang rutin diberikan kepada pelajar.
“Kami ingin anak-anak memahami pentingnya keselamatan di jalan. Dengan media badut dan wayang, pesan tertib lalu lintas bisa lebih mudah diterima,” ujar AKP Gharasa, dikutip Selasa (14/07/2026).
Ia menjelaskan, sosialisasi tidak hanya mengenalkan aturan berlalu lintas, tetapi juga membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya keselamatan sejak dini. Salah satu materi yang ditekankan ialah penggunaan helm bagi anak-anak saat menjadi penumpang sepeda motor.
“Kami berharap dapat membentuk generasi muda yang lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan lalu lintas. Edukasi sejak dini diyakini mampu menumbuhkan budaya tertib di jalan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa. Mereka aktif mengikuti permainan, menjawab pertanyaan dari petugas, serta menunjukkan antusiasme selama proses pembelajaran berlangsung. Melalui metode yang komunikatif dan menyenangkan, diharapkan pesan keselamatan berlalu lintas dapat tertanam sejak dini dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

