KORLANTAS POLRI, Gresik – Membangun budaya tertib berlalu lintas perlu dimulai sejak usia dini. Berangkat dari semangat tersebut, Satlantas Polres Gresik menggandeng para guru melalui program Polantas Menyapa untuk memperkuat edukasi keselamatan berkendara di lingkungan sekolah. Edukasi keselamatan berkendara ini digelar di Aula SD Muhammadiyah 1 Gresik, Selasa (8/7/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan guru dan tenaga kependidikan. Mereka mendapatkan sosialisasi interaktif dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik mengenai pentingnya membangun budaya keselamatan di jalan melalui pendidikan sejak usia dini.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi A mengatakan keselamatan berlalu lintas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari tilang. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga diri sendiri dan menghormati hak hidup orang lain dengan berkendara secara aman dan bertanggung jawab,” kata Ipda Andreas dikutip Rabu (8/7/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, peserta dibekali materi mengenai safety riding dan defensive driving. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan helm berstandar secara benar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, hingga kemampuan mengenali potensi bahaya (hazard awareness) saat berkendara.
Lihat juga: Tanamkan Kesadaran Disiplin Berlalu Lintas, Satlantas Polres Tojo Una-Una Edukasi Siswa Baru
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para guru menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengalaman yang mereka hadapi di jalan raya. Diskusi dua arah itu juga menjadi wadah untuk mencari solusi dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin mengatakan guru memiliki peran strategis sebagai teladan bagi para siswa melalui kebiasaan sederhana, seperti menggunakan helm dengan benar, mematuhi rambu lalu lintas, dan disiplin saat berkendara.
“Membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama para guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menanamkan karakter disiplin dan tertib sejak dini,” ujarnya.
Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Gresik berharap para guru dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sehingga pesan tentang pentingnya disiplin di jalan dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

