KORLANTAS POLRI, Cikampek – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan tol, Ka Induk PJR (Patroli Jalan Raya) Cikampek Kompol Sandy Titah Nugraha melakukan dialog langsung dengan seorang sopir truk yang tengah beristirahat di bahu jalan. Melalui pendekatan humanis, ia menggali alasan para pengemudi memilih berhenti di lokasi yang berbahaya sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya memilih tempat istirahat yang aman.
Saat berbincang dengan sopir truk, Kompol Sandy terlebih dahulu menanyakan alasan banyak pengemudi memilih berhenti di bahu jalan dibandingkan memanfaatkan rest area yang telah tersedia.
“Saya ingin mengetahui pandangan para sopir terkait alasan banyak pengemudi memilih beristirahat di bahu jalan,” ujar Ka Induk PJR Cikampek Kompol Sandy Titah Nugraha, dikutip Jumat (26/6).
Menanggapi pertanyaan tersebut, sopir truk mengungkapkan bahwa keputusan berhenti di bahu jalan umumnya dipicu oleh kondisi fisik yang sudah lelah. Selain itu, keterbatasan kapasitas rest area yang kerap penuh juga membuat sebagian pengemudi memilih menepi di lokasi terdekat.
“Ya mungkin mereka menepi karena kelelahan, Pak. Misalnya saat rasa kantuk datang di lokasi tersebut, mereka memilih berhenti di bahu jalan. Sementara jika menuju rest area, terkadang kapasitasnya sudah penuh sehingga tidak kebagian tempat,” ungkap sopir truk.
Mendengar penjelasan tersebut, Kompol Sandy kemudian mengingatkan bahwa berhenti di bahu jalan memiliki risiko besar terhadap keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lain. Ia pun meminta sopir menyebutkan risiko yang dapat terjadi.”
“Namun, Mas tahu kan kalau berhenti atau parkir di sini risikonya cukup tinggi? Apa saja risikonya?” tanya KA Induk PJR Cikampek Kompol Sandy Titah Nugraha.
Lihat juga: Demi Keselamatan, Begini Cara PJR Cikampek Cegah Sopir Truk Tidur di Bahu Jalan
Sopir truk pun mengaku memahami bahaya yang dapat timbul akibat berhenti di bahu jalan, mulai dari risiko kecelakaan hingga potensi kehilangan barang berharga.
“Ya risikonya kecelakaan, bisa tertabrak kendaraan lain. Ban serep juga sering hilang, termasuk aki,” kata sopir.
Menanggapi hal itu, Ka Induk PJR Cikampek Kompol Sandy Titah Nugraha menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk langsung memberikan sanksi, melainkan mengedepankan edukasi dan imbauan agar para pengemudi semakin memahami pentingnya keselamatan berkendara.
“Saya sebagai petugas, tugas saya memberikan imbauan. Saya tidak melakukan penilangan, tetapi mengingatkan,” jelasnya.
Di akhir perbincangan, ia mengimbau para sopir untuk mengatur waktu istirahat dengan baik serta memanfaatkan rumah makan atau rest area yang memiliki area parkir memadai. Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih aman dibandingkan memaksakan berhenti di bahu jalan yang memiliki risiko tinggi.
“Walaupun mengantuk, risikonya nanti akan lebih besar. Karena itu, atur waktu istirahat dengan baik. Setiap tiga jam sekali, carilah rumah makan yang cukup besar dan memiliki area parkir luas. Kemudian, jika melewati rest area dan masih tersedia tempat, silakan berhenti di sana. Itu lebih baik daripada memaksakan berhenti di jalan,” tandasnya.

