KORLANTAS POLRI, Sukabumi – Sejumlah perwakilan driver ojek online (ojol) di Sukabumi, Kamis (30/4) menyampaikan apresiasi terhadap program Polantas Menyapa yang dinilai membawa perubahan dalam pendekatan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas yang kini lebih humanis dan mengedepankan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Perwakilan Komunitas GOCIP (Gabungan Ojol Cibadak), Muhammad Iqbal Al Ghifari, mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran kepolisian yang telah meluangkan waktu bertemu langsung dengan para driver ojol. Ia berharap ke depan kepolisian semakin mengayomi masyarakat, terutama pengemudi di jalan.
“Terima kasih untuk bisa hadir di sini, menyempatkan untuk bertemu dengan kami semua. Harapan kami sederhana, semoga ke depan lebih maju lagi dan lebih mengayomi masyarakat, terutama kami ojol,” ujar Iqbal.
Iqbal berharap titik rawan macet mendapat perhatian agar tak menghambat driver.
Hal senada dikatakan Ujang Suhendi dari Komunitas SOGRABIS (Solidaritas Ojek Grab Sukabumi). Ia juga mengapresiasi kehadiran Kakorlantas dan jajaran kepolisian.
Ia menilai komunikasi dan pembinaan yang selama ini dilakukan telah berjalan baik, terutama di tingkat wilayah.
“Alhamdulillah selama ini kami sudah koordinasi, sudah diayomi. Kehadiran bapak-bapak kepolisian ini jadi semangat untuk terus bersinergi ke depan,” kata Ujang.
Ujang menyoroti kemacetan di kawasan Cibadak yang kerap ganggu performa kerja driver hingga pesanan yang terpaksa dibatalkan.
Lihat juga: Polantas Menyapa di Sukabumi, Kakorlantas Perkuat Kolaborasi Humanis dengan Ojol Jelang May Day
Sementara itu, Yoga Pratama dari Komunitas BOSTER (Baraya Online Sukabumi) mengaku merasakan langsung perubahan pendekatan kepolisian yang kini lebih aktif turun ke lapangan untuk mengedukasi pentingnya tertib berlalu lintas.
“Terima kasih karena sudah merangkul kami. Dulu mungkin kami belum terlalu paham pentingnya tertib lalu lintas, tapi sekarang sering diingatkan langsung,” ujar Yoga.
Ia juga berharap sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol terus diperkuat, terutama dalam mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat akhir pekan.
Apresiasi juga datang dari Siti Zahro, perwakilan Lady Grab, yang merupakan komunitas pengemudi ojek online perempuan berbasis aplikasi Grab.
Ia merasakan perubahan sikap polisi di jalan yang kini lebih ramah dan humanis.
“Sekarang kalau bertemu polisi di jalan itu selalu tersenyum, selalu menyapa. Terima kasih, terasa sekali perubahannya,” ucapnya.
Siti juga mengapresiasi kesabaran petugas saat mengatur lalu lintas, terutama di kondisi padat seperti sistem one way. Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan sangat membantu kelancaran arus kendaraan.
Meski demikian, para driver ojol juga menyampaikan sejumlah masukan, mulai dari kemacetan, edukasi penggunaan helm bagi penumpang, hingga tantangan di lapangan yang memengaruhi kinerja mereka.
Program Polantas Menyapa sendiri menjadi salah satu upaya Polri untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat, termasuk komunitas ojol, sekaligus mendorong budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan preventif, edukatif, dan humanis yang didukung sistem ETLE.

