KORLANTAS POLRI, Tulungagung – Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung mulai mengoperasikan electronic traffic law enforcement (ETLE) handheld atau kamera tilang portabel, Rabu (29/4/2026).
Inovasi ini dihadirkan untuk meningkatkan efektivitas penindakan pelanggaran lalu lintas di berbagai wilayah.
Berbeda dengan ETLE statis, perangkat ini menggunakan telepon genggam (HP) yang dioperasikan langsung oleh petugas di lapangan. Dengan teknologi tersebut, polisi dapat lebih fleksibel dalam melakukan pengawasan, termasuk saat patroli menggunakan sepeda motor.
Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila mengatakan, ETLE handheld merupakan inovasi yang dikembangkan bersama Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Jawa Timur.
“Ini inovasi dibantu oleh Korlantas Polri dan Dirlantas Polda Jatim. ETLE handheld menjadi bentuk penindakan pengganti tilang yang terkonfigurasi dengan pusat data ETLE,” ujar AKP Taufik, dikutip hari ini, Rabu (29/4/2026).
Dalam operasionalnya, satu petugas mengemudikan sepeda motor, sementara petugas lainnya bertugas mengoperasikan perangkat HP untuk merekam pelanggaran. Sistem ini mampu menangkap berbagai pelanggaran kasat mata, seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu orang, hingga pelanggaran spesifikasi teknis kendaraan.
Lihat juga: Satlantas Pekanbaru Tindak 105 Kendaraan Berpelat Tak Standar, Tegaskan Sanksi Pidana
AKP Taufik menjelaskan, jenis pelanggaran yang dapat terdeteksi masih akan terus diperbarui seiring pengembangan perangkat lunak yang digunakan.
“Untuk jenis pelanggaran yang bisa ditangkap masih terus diperbarui, karena ini menggunakan software,” tambahnya.
Setiap pelanggaran yang terekam akan langsung terintegrasi dengan sistem ETLE nasional. Petugas di lapangan dapat langsung menghentikan pelanggar dan mencetak bukti pelanggaran di tempat.
Namun, jika pelanggar tidak berhenti, bukti pelanggaran tetap akan dikirim ke alamat pemilik kendaraan, sebagaimana mekanisme ETLE statis dan mobile.
Menurut AKP Taufik, kehadiran ETLE handheld mampu menutup kekurangan dari sistem ETLE statis maupun Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR). Selain ringan dan mudah dibawa, alat ini juga dapat digunakan di berbagai lokasi, termasuk daerah pinggiran.
“Alat ini menutupi kelemahan ETLE statis maupun INCAR. Ringan, mudah dibawa ke mana saja, dan mudah dioperasikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun berbasis HP, kamera pada ETLE handheld memiliki resolusi tinggi dan kemampuan tangkap yang andal.
“Cukup diarahkan, sistem sudah membaca jenis pelanggarannya secara otomatis. Kemampuan capture tidak terbatas,” pungkasnya.

