KORLANTAS POLRI, Batam – Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau menggelar Bimbingan Teknis Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) bagi guru PAUD/TK dan SD di Kantor BPTD Kelas II Provinsi Kepri, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid, luring dan daring ini dihadiri Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol. Taufiq Lukman Nurhidayat, Kepala BPTD Kelas II Kepri, Kakanwil PT Jasa Raharja Kepri, Kadishub Kota Batam, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Batam, serta para guru melalui Zoom Meeting.
Kepala BPTD Kelas II Provinsi Kepri dalam sambutannya menegaskan pentingnya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sebagai langkah strategis membentuk generasi yang disiplin dan peduli keselamatan.
“Menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang bertanggung jawab dan berbudaya tertib di jalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program SALUD menjadi sarana edukasi efektif untuk mengenalkan rambu lalu lintas, etika di jalan, serta tata cara berlalu lintas yang benar dengan metode yang mudah dipahami anak.
Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol. Taufiq Lukman Nurhidayat dalam paparannya menekankan bahwa keselamatan lalu lintas merupakan bagian dari program nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi sejak dini, kita membangun karakter disiplin dan budaya tertib berlalu lintas pada generasi muda,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi, dengan dominasi korban dari usia produktif. Karena itu, pendekatan preventif melalui pendidikan dinilai menjadi langkah yang paling efektif.
“Pendidikan lalu lintas tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Lihat juga: Kampanye Keselamatan Berkendara di SMAN 1 Batam, Dirlantas Polda Kepri Soroti Tingginya Laka Usia Pelajar
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Batam menyatakan dukungan penuh terhadap program SALUD sebagai upaya menekan angka kecelakaan sejak dini.
“Guru memiliki peran penting sebagai ujung tombak edukasi keselamatan lalu lintas di sekolah, yang harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar perwakilan Dishub.
Selain itu, optimalisasi Zona Selamat Sekolah (ZoSS) juga menjadi perhatian untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pelajar di lingkungan jalan.
Dari sisi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Batam, ditegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan bagian dari perlindungan anak yang harus diprioritaskan.
“Edukasi sejak dini menjadi kunci agar anak tumbuh dengan kesadaran akan keselamatan, sekaligus berani mengingatkan jika melihat pelanggaran di jalan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para tenaga pendidik mampu menyampaikan materi keselamatan lalu lintas secara kreatif dan interaktif, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

