KORLANTAS POLRI, Semarang – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. memimpin pembukaan Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 di Hotel Padma, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026).
Dalam arahannya, Kakorlantas menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya diukur dari kecepatan kendaraan, melainkan kelancaran arus lalu lintas secara menyeluruh, baik di jalan tol, arteri, maupun penyeberangan pelabuhan.
“Yang kita ukur adalah kelancaran, bukan kecepatan. Ini penting agar mobilitas masyarakat tetap terjaga dengan aman dan nyaman,” ujar Kakorlantas.
Selain itu, aspek keamanan dan keselamatan juga menjadi perhatian utama. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi kamtibmas, khususnya pada momen puncak arus mudik maupun balik.
“Momentum ini harus aman. Tidak hanya lalu lintas, tetapi juga keamanan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu seluruh jajaran harus turun langsung ke lapangan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas juga menyoroti pentingnya menyesuaikan dinamika di lapangan dalam pengambilan keputusan terkait rekayasa lalu lintas. Menurutnya, penerapan predictive traffic policy dan manajemen berbasis data menjadi kunci dalam mengelola arus kendaraan secara efektif.
Lihat juga: Kakorlantas Polri: Perkuat Sinergi Tiga Pilar Samsat, Hindari Konflik Demi Pelayanan Prima
Ia turut memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Lampung yang dinilai berhasil dalam pengendalian kendaraan sumbu tiga selama operasi, serta menegaskan pentingnya ketegasan dalam implementasi kebijakan tersebut.
“Kebijakan sudah jelas, tidak boleh ada kendaraan sumbu tiga yang melintas. Ini harus didukung penuh demi kelancaran arus mudik dan balik,” tegasnya.
Terakhir, Irjen Pol. Agus menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat, serta peran media dan akademisi dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat.
Dari sisi keselamatan, ia menyampaikan bahwa terjadi penurunan angka kecelakaan dan fatalitas selama periode operasi. Selain itu, dukungan infrastruktur seperti jalan tol fungsional juga dinilai sangat membantu kelancaran arus lalu lintas.
Kakorlantas juga menyoroti pentingnya kepemimpinan di lapangan, di mana seluruh pimpinan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dituntut untuk hadir langsung dan mengambil peran aktif dalam pengendalian situasi.
“Leadership itu kunci. Semua harus turun, mulai dari pusat hingga daerah. Dengan begitu, kinerja akan semakin optimal dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
Turut hadir Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Dirut Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, Dirut Jasa Marga Muhammad Awaluddin, Dirut Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Heru Widodo, serta jajaran PJU Korlantas.

