Home Headlines Kakorlantas Sebut Kebijakan Pemerintah Jadi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026

Kakorlantas Sebut Kebijakan Pemerintah Jadi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026

0 comments

KORLANTAS POLRI, Jakarta – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyebut keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah, salah satunya penerapan Work from Anywhere (WFA) yang dinilai mampu mengurai kepadatan arus mudik sejak awal, Rabu (8/4/2026).

Dalam keterangannya di program Prime Time News Metro TV, Kakorlantas menjelaskan kebijakan WFA membuat pemudik dapat mengatur waktu perjalanan lebih fleksibel sehingga pergerakan kendaraan tidak menumpuk di waktu tertentu.

“Dengan Work from Anywhere yang diberlakukan lebih awal, pemudik sudah bisa mencicil perjalanan. Ini sangat membantu mengurai kepadatan,” ujar Kakorlantas.

Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat memanfaatkan program mudik gratis menggunakan bus dan kereta api guna mengurangi beban kendaraan pribadi di jalan tol dan arteri. Kebijakan lain yang dinilai krusial adalah pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga selama periode Operasi Ketupat.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

“Ketika one way nasional diterapkan, beban jalan arteri harus dijaga. Maka pembatasan kendaraan sumbu tiga ini sangat penting,” katanya.

Kakorlantas menegaskan Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Tujuan utamanya adalah memastikan pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat dan kembali dalam kondisi aman.

Hal itu sejalan dengan tagline Kapolri, yakni “mudik aman, keluarga bahagia”. Konsep tersebut menempatkan perjalanan mudik sebagai momen penuh makna yang harus dijalani dengan rasa aman dan nyaman.

Lihat juga: Kakorlantas Sebut Operasi Ketupat 2026 Sukses Tekan Kecelakaan Saat Arus Mudik dan Balik Tertinggi

Dari sisi hasil, Operasi Ketupat 2026 menunjukkan capaian positif. Angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan tercatat turun sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dalam pengelolaan lalu lintas, Korlantas Polri mengedepankan pendekatan berbasis teknologi melalui data driven management dan predictive traffic policing. Setiap keputusan rekayasa lalu lintas, seperti penerapan one way lokal hingga nasional, dilakukan berdasarkan parameter dan pemantauan kondisi lapangan secara real time, termasuk melalui pantauan udara.

“Keputusan diambil berbasis data dan parameter. Setelah dipantau, baru kita eksekusi rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Kakorlantas juga menyoroti pengelolaan rest area yang kerap menjadi titik kepadatan. Namun, kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan sistem buka tutup serta pemberian informasi kepada pengguna jalan.

Pemudik juga diimbau untuk memanfaatkan alternatif seperti keluar tol dan beristirahat di wilayah kabupaten/kota, termasuk menikmati kuliner lokal, guna menghindari penumpukan di rest area.

Selain teknologi, pelayanan humanis di lapangan juga menjadi perhatian. Personel diinstruksikan untuk hadir memberikan pelayanan secara maksimal, didukung berbagai aplikasi informasi lalu lintas di sejumlah daerah yang membantu pemudik memantau kondisi perjalanan.

Dengan kombinasi kebijakan pemerintah, teknologi, serta pelayanan di lapangan, arus mudik dan balik Lebaran 2026 dinilai dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali.

You may also like

Leave a Comment

KORPS LALU LINTAS POLRI

Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 37-38, Jakarta Selatan 12770

© 2026 – MEDIA CENTER KORLANTAS POLRI

NTMC SCREEN ×