KORLANTAS POLRI, Merauke – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Merauke menggelar sosialisasi keselamatan berkendara bagi sopir angkutan kelapa sawit di wilayah Distrik Ulilin, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat di area perkebunan.
Edukasi tersebut menyasar para pengemudi yang beroperasi di lingkungan PT Bio Inti Agrindo (BIA), khususnya dalam aktivitas distribusi hasil panen menuju pabrik pengolahan. Polisi menilai, tingginya intensitas operasional kendaraan berat berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diimbangi dengan pemahaman keselamatan yang memadai.
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya sembilan insiden kecelakaan lalu lintas tercatat terjadi dalam periode Januari hingga September tahun sebelumnya. Insiden tersebut sebagian besar melibatkan kendaraan roda enam yang digunakan dalam kegiatan logistik sawit.
Petugas mengungkapkan, faktor manusia menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan. Di antaranya adalah kondisi fisik pengemudi yang kelelahan, rasa kantuk akibat jam kerja panjang, serta pengaruh konsumsi alkohol saat bertugas.
Lihat juga: Satlantas Polres Pekalongan Beri Hadiah Cokelat Untuk Masyarakat Tertib Administrasi
Selain itu, aspek teknis kendaraan dan kondisi jalan juga turut berkontribusi. Jalan perkebunan yang bergelombang, minim penerangan, serta karakteristik tanah yang menantang dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, seperti kendaraan tergelincir atau terperosok ke parit.
Dalam kegiatan tersebut, kepolisian juga menekankan pentingnya pemeriksaan kendaraan secara rutin sebelum beroperasi. Pengecekan meliputi sistem pengereman, kondisi lampu utama, hingga tekanan ban guna memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.
Tak hanya soal keselamatan berkendara, sosialisasi juga mencakup edukasi terkait kepatuhan administrasi. Para sopir diingatkan untuk selalu membawa dokumen penting seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta bukti uji kelayakan kendaraan.
Melalui pendekatan edukatif ini, kepolisian berharap dapat membangun budaya keselamatan kerja yang lebih kuat di sektor industri kelapa sawit. Dengan demikian, para pekerja dapat menjalankan aktivitasnya secara aman dan meminimalkan risiko kecelakaan di lapangan.

