KORLANTAS POLRI, Jakarta – Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto menghadiri rapat koordinasi (rakor) keamanan dalam rangka persiapan pengamanan Idulfitri 1447 H di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3).
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) RI Lodewijk Freidrich Paulus dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan kementerian serta lembaga terkait guna memastikan kesiapan pengamanan menjelang perayaan Idulfitri.
Dalam rapat tersebut, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Pol Mohammad Fadil Imran memaparkan langkah-langkah yang telah disiapkan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Jauh hari sebelum pelaksanaan Idulfitri dan arus mudik, Polri sudah mengambil beberapa langkah untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif melalui operasi mandiri kewilayahan sebelum memasuki bulan suci Ramadan,” kata Fadil.
Ia menjelaskan, selama bulan Ramadan Polri juga melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada malam hari saat masyarakat melaksanakan berbagai aktivitas ibadah.
“Kegiatan rutin yang ditingkatkan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas selama bulan puasa, khususnya pada malam hari saat masyarakat melaksanakan salat tarawih, buka puasa bersama hingga sahur dan salat subuh,” ujarnya.
Lihat juga: Dampingi Wakapolri di KSP, Kakorlantas: Sinergi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
Selanjutnya, Polri akan melaksanakan Operasi Ketupat yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret. Operasi ini melibatkan seluruh satuan kewilayahan mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek dengan dukungan dari berbagai instansi terkait.
Menurut Fadil, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga pada stabilitas keamanan selama bulan suci Ramadan.
“Operasi Ketupat tidak semata-mata pengamanan arus mudik. Perspektif Polri adalah mengamankan bulan suci Ramadan yang memiliki dua momentum, yaitu momentum spiritual berupa ibadah puasa dan momentum sosial berupa tradisi mudik,” jelasnya.
Selain itu, Polri juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk mengantisipasi potensi bencana selama periode mudik.
Di sisi pelayanan masyarakat, Polri juga mengoptimalkan layanan darurat melalui call center 110 yang dapat diakses masyarakat untuk mendapatkan bantuan kepolisian secara cepat.
Sementara itu, Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus menyampaikan sejumlah kesimpulan hasil rapat koordinasi tersebut. Salah satunya seluruh peserta rapat sepakat meningkatkan deteksi dini dan respons cepat dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.
“Seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah meningkatkan deteksi dini, respon cepat, serta interoperabilitas lintas instansi agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani secara tepat dan terukur,” ujar Lodewijk.
Lihat juga: Dirgakkum Korlantas Tekankan Sinergi Satgas hingga Kehadiran Personel di Lapangan saat Ops Ketupat 2026
Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
“Peserta rapat sepakat pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di seluruh daerah, memastikan ketersediaan serta keterjangkauan kebutuhan pokok dan bahan bakar, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, serta menjamin kelancaran mobilitas masyarakat selama rangkaian Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 2026,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
“Sinergi dan kolaborasi antar stakeholder penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus mudik dan balik, sekaligus menekan angka kejahatan, pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, serta korban jiwa akibat kecelakaan,” jelasnya.
Menurut Lodewijk, Operasi Ketupat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat yang menjalankan tradisi mudik.
“Operasi Ketupat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membantu dan melayani masyarakat dalam menjalankan tradisi mudik sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan bahagia,” pungkasnya.

