Home Headlines Dirregident Hadiri Kick Off Masjid Ramah Pemudik, Bahas Kesiapan Ops Ketupat 2026

Dirregident Hadiri Kick Off Masjid Ramah Pemudik, Bahas Kesiapan Ops Ketupat 2026

0 comments

KORLANTAS POLRI, Jakarta – Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Pol Wibowo menghadiri kegiatan Kick Off Masjid Ramah Pemudik Idulfitri 1447 H/2026 M dan Ekspedisi Masjid Indonesia yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Brigjen Pol Wibowo menjelaskan kesiapan Polri dalam menghadapi arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang akan berlangsung selama 13 hari.

Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Wibowo.

“Polri akan melaksanakan Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret sampai dengan 25 Maret 2026, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang Idufitri,” kata Brigjen Pol Wibowo.

Ia menjelaskan, menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada tingginya pergerakan kendaraan di jalan raya, baik untuk mudik, arus balik, wisata, maupun kegiatan lainnya.

Brigjen Pol Wibowo menyebutkan, pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2026 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 31 persen dan menurunkan angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan hingga 53 persen.

“Keberhasilan ini tentu berkat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Ini bukan tugas Polri semata, tetapi kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol Wibowo juga memaparkan prediksi pergerakan masyarakat saat mudik lebaran tahun 2026. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik mencapai sekitar 144 juta orang di seluruh Indonesia.

Lihat juga: Kakorlantas Hadiri Rapat Bersama Pakar & Stakeholder Matangkan Kesiapan Operasi Ketupat 2026

Ia menambahkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi dua kali, yaitu pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Menurutnya, kebijakan Work From Anywhere (WFA) di sejumlah instansi serta cuti bersama yang dimulai pada 18 Maret 2026 diperkirakan membuat waktu perjalanan masyarakat menjadi lebih, sehingga arus mudik dapat lebih terurai.

Selain itu, mayoritas pemudik diperkirakan menggunakan moda transportasi darat, dengan sekitar 76 persen menggunakan mobil pribadi dan 24 persen menggunakan sepeda motor.

Dalam pengamanan mudik Lebaran, Polri akan memfokuskan pengamanan pada lima klaster utama, yakni jalur tol, jalur arteri terutama lintas Jawa–Sumatra, kawasan penyeberangan, tempat ibadah, serta lokasi wisata dan pusat perbelanjaan.

Dalam forum tersebut, Brigjen Pol Wibowo juga mendorong kolaborasi dengan Kementerian Agama agar masjid di jalur mudik dapat dimanfaatkan sebagai tempat singgah bagi para pemudik.

“Di sepanjang jalur mudik banyak pos pengamanan kami. Masjid-masjid yang ada di sekitar jalur arteri bisa menjadi alternatif tempat istirahat bagi pemudik yang lelah,” jelasnya.

Menurut dia, keberadaan masjid sebagai tempat singgah penting untuk menghindari pemudik berhenti di bahu jalan ketika rest area di jalan tol penuh.

Rest area sering penuh sehingga ada pengendara yang berhenti di bahu jalan untuk beristirahat. Ini cukup berbahaya karena bisa mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah Jawa Barat menjadi salah satu titik krusial bagi pemudik yang datang dari wilayah Sumatra menuju Pulau Jawa. Oleh karena itu, keberadaan masjid di jalur mudik diharapkan dapat membantu pemudik yang membutuhkan tempat istirahat agar perjalanan tetap aman dan selamat.

You may also like

Leave a Comment

KORPS LALU LINTAS POLRI

Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 37-38, Jakarta Selatan 12770

© 2026 – MEDIA CENTER KORLANTAS POLRI

NTMC SCREEN ×