Transportasi Sehat dan Merakyat ala Kakorlantas

Kakorlantas-14

KakorlantasPolri – Kakorlantas Polri lakukan kunjungan kerja ke Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan, Jumat (9/3). Kunjungan ini dalam rangka sosialisasi transportasi aktif (transportasi sehat merakyat).

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, MM memaparkan bahwa salah satu faktor penyebab kemacetan adalah jumlah kendaraan di Indonesia yang kian bertambah setiap tahunnya, namun medan jalan tetap. Hal inilah yang menyebabkan beberapa kota besar di Indonesia khususnya Jakarta mengalami kemacetan.

“Untuk itu, di Indonesia perlu digalakkannya transportasi aktif atau active transportation seperti di Amerika. Namun, untuk di Indonesia nanti kita akan terapkan transportasi sehat merakyat,” terang Kakorlantas saat melakukan paparan di depan para stakeholder dan jajarannya.

Mengenai transportasi sehat merakyat, Kakorlantas Polri rencananya akan melakukan sosialisasi dengan mengendarai sepeda dengan jarak 200 km pada Sabtu (10/3) besok. Sepeda merupakan salah satu kategori transportasi sehat dan juga cara ampuh untuk mengurangi polusi. Selain bersepeda juga bisa melakukan dengan berjalan kaki.

“Namun, harus diperbaiki lagi jalur pedestriannya agar para pejalan kaki merasa aman. Sedangkan untuk transportasi merakyatnya, bisa dengan menggunakan transportasi umum masal. Kalau angkutan umum ini dimaksimalkan, sehingga penggunaan kendaraan pribadi nantinya menjadi minim sehingga dapat mengurangi kemacetan dan polusi,” tambah Kakorlantas Polri.

Dalam kesempatan ini, Kakorlantas juga meninjau langsung gedung baru RTMC Polda Sulsel dengan didampingi dengan Dirlantas Polda Sulsel Kombes Agus Wijayanto beserta jajarannya.

Acara ini turut pula dihadiri oleh para stakeholder perwakilan dari Kepala Dinas Jasa Marga Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan serta club otomotif se-Makassar.

“Saya senang stakeholder dan masyarakat bisa bersatu. Bagus itu club motor jangan geng motor. Tidak memicu adanya konflik antar geng motor,” tutup Kakorlantas.