Tergoda ‘Sexy’ Road Safety

Oleh: Brigjen Pol DR Chryshnanda Dwilaksana
Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas (Dirkamsel Korlantas) Mabes Polri


Tatkala membahas road safety tentu akan terkuak sumber daya yang begitu luar biasa. Road safety menjadi lampu pijar dalam kegelapan dan laron-laron berkerumun mendekatinya. Laron itu mantan rayap dan akan menghasilkan rayap-rayap baru. Dalam terang lampu, para laron rela mematahkan sayapnya kembali berlarian di tanah dan membangun kroni rayap baru.


Demikian halnya laron-laron yang mengerubungi road safety, ia rela memotong motong bagiannya bahkan mungkin mampu mengawal anggarannya yang nantinya akan dijadikan bancakan berikutnya? Entahlah mengapa road safety secara hakiki tidaklah dicintai. Ibarat putri ketulusan hatinya tidak membuat haru pengagumnya. Semua hanya bernafsu pada anggarannya dan berbagai program-program pengadaannya. Esensi dari road safety bisa saja diabaikan. Tak lagi penting hati dan rasa tatkala semua bernafsu kebinatangan menjarah memperkosanya.



Siapa sudi dengan road safety? Tatkala ditanya pasti serempak menunjukkan jati dirinya. Apalagi ndoro nya yang bertanya hingga yang sedang di kamar mandi pun berteriak, “saya juga ndoro”. Supaya ndoro melihat dan bangga banyak yang menjadi pejuang-pejuang road safety.


Siapakah pejuang road safety? Nah itu dia, pasti kebingungan menjawabnya. Hampir semua terjebak rutin dan berpikir lateral datar-datar bahkan tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Road safety memang integrated system yang setidaknya ada 5 pilar institusi yang menanganinya. Namun cara pandang konvensional dan membanggakan cara-cara manual dan parsial lagi-lagi core function perwujudan road safety menjadi terabaikan.


Bagaimana membuat model road safety pada smart city ini belum menjadi mimpi dari road safety management untk diwujudkan. Cara memanage jalan secara holistik dan sistemik yang termaktub dalam konsep safety and security juga hampir-hampir belum menjadi core function pd aver road. Pada cara memanage kendaraan bermotor sistem-sistem yang tercakup pada eri (electronic registration and identification) sebagai bagian safer road juga masih nihil untuk diintegrasikan.


Sistem uji kompetensi pengemudi yang juga masih parsial dalam perwujudannya untuk safer road users masih juga banyak kepentingan sehingga traffic attitude record masih menjadi perjuangan panjang dan demerit point system masih menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan pada semua lini. Pada bagian post crash care sistem instan (intellegence traffic analysis) merupakan bagian penting mendukung quick response time yang mimpi ini harus kembali dapat membuat haru para stakeholder untuk membangunnya.


Semua ini memang masih berat karena sistem data tidak pernah dibangun dalam sistem yang terintegrasi. Ego sektoral menjadi kebanggaan dan keunggulan stakeholder. Kepentingan membangun smart management pun terasa terbang satu sayap.


Semestinya pemikiran-pemikiran core function road safety akan menjadi landasan membangun smart city. Di sinilah kesadaran dan kewarasan melihat dan mewujudkan road safety yang terintegrasi yang mampu memprediksi memberi solusi dan mengantisipasi.


Aman selamat tertib lancar. Dan meningkatnya kualitas keselamatan. Menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan. Terbangunnya budaya tertib berlalulintas yang menjadi kebanggaan serta pelayanan-pelayanan publik di bidang LLAJ dapat diselenggarakan secara prima.


sumber : rsa.or.id/tergoda-sexy-road-safety/