Tag Archives: Kakorlantas

Kendarai Moge, Kakorlantas Cek Arus Lalu Lintas di Jawa Barat Jelang Malam Tahun Baru

Kakorlantas kendarai moge

KorlantasPolri – Jelang perayaan malam Tahun Baru 2018 Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, M.M memantau langsung pengamanan dan situasi arus lalu lintas di sejumlah kawasan di Jawa Barat.

 

Dimulai dari Polres Bandung, Kakorlantas Polri dengan mengendarai sepeda motor melintasi sejumlah jalan di Padalarang, Jonggol, hingga Cianjur Jawa Barat.

 

Rencana penutupan jalur puncak pada pergantian Tahun Baru 2018 membuat beberapa jajaran polres di sekitar jalur puncak membuat antisipasi dengan rekayasa lalu lintas yang sudah disiapkan. Selain penutupan jalur puncak pada jam 18.00 wib pada 31 Desember 2017 hingga 06.00 wib 1 Januari 2018, jajaran Polres disekitar kawasan puncak juga mempersiapkan sejumlah pengalihan arus lalu lintas.

 

“Kendaraan yang ingin melintas sebaiknya atur waktu dengan baik. Jangan sampai kejebak. Jika sudah kejebak dapat memilih jalur alternatif yang telah kami siapkan. Bisa lewat Jonggol, atau kalau mau ke Sukabumi bisa lewat Cianjur” terang Kakorlantas, Sabtu 30/12.

 

Adapun sejumlah pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan adalah untuk pengguna jalan yang hendak ke Puncak dan Cianjur untuk menggunakan jalur alternatif Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cianjur.

 

Kakorlantas juga mengimbau kepada para pengendara untuk menjaga kesehatan diri dan juga kendaraannya. Jangan sampai mengantuk di jalan karena bisa fatal akibatnya.

Himbauan Kakorlantas saat Car Free Night di Puncak

Kakorlantas

KorlantasPolri – Jelang perayaan malam Tahun Baru 2018 di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat akan diberlakukan car free night atau malam bebas kendaraan. Untuk itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengingatkan masyarakat untuk mengatur waktu dengan baik saat melintas daerah tersebut agar tidak terjebak di jalan.

 

“Kawasan Puncak, Jawa Barat akan diberlakukan car free night, penutupan jalan bebas kendaraan saat perayaan tahun baru,” jelas Kakorlantas saat melakukan pantauan arus lalu lintas di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu 30 Desember 2017.

 

Kakorlantas menyampaikan, penutupan jalan atau pemberlakuan car free night wilayah Puncak dimulai sejak 31 Desember 2017 pukul 6 sore hingga 6 pagi.

 

“Kendaraan yang ingin melintas sebaiknya atur waktu dengan baik. Jangan sampai kejebak. Jika sudah kejebak dapat memilih jalur alternatif yang telah kami siapkan. Bisa lewat Jonggol, atau kalau mau ke Sukabumi bisa lewat Cianjur” terang Kakorlantas.

 

Adapun sejumlah pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan adalah untuk pengguna jalan yang hendak ke Puncak dan Cianjur untuk menggunakan jalur alternatif Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cianjur.

 

Kakorlantas juga mengimbau kepada para pengendara untuk menjaga kesehatan diri dan juga kendaraannya. Jangan sampai mengantuk di jalan karena bisa fatal akibatnya.

Kakorlantas Cek Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Cianjur Jelang Malam Tahun Baru 2018

Kakorlantas Polri

KorlantasPolri – Dengan mengendarai motor besar, Kakorlantas memantau arus lalu lintas hingga ke wilayah Cianjur. Kakorlantas kemudian singgah di Polres Cianjur untuk mendengarkan paparan dari Kasatlantas Polres Cianjur AKP Rendy Setia Permana.

 

Dalam paparannya, AKP Rendy menyebutkan, bahwa pihaknya telah menyiapkan sedemikian rupa pengalihan arus lalu lintas untuk car free night nanti. Jalur menuju puncak pass nantinya akan ditutup dengan melakukan dua kali pemenggalan. Pertama di Gadog hingga Cipanas, lalu di pos pol botol kecap hingga Cianjur.

 

“Namun apabila masih ada yang lolos, akan diputar balikkan ke arah Bogor. Sejumlah kantong parkir juga telah disiapkan”, ujar Rendy.

 

Kakorlantas Polri memprediksi, bahwa liburan Natal dan Tahun Baru 2018, 75 persen wisatawan Puncak berasal dari Jakarta, sedangkan 25 persen sisanya berasal dari wilayah Jabar dan sekitarnya.

 

“Malam tahun baru ini rawan terjadi lonjakan kendaraan R2 maupun R4 menuju Puncak. Makanya kita sudah antisipasi dari kemarin untuk penambahan volume tersebut. Kita sudah siapkan kantong-kantong parkir,” tutur Kakorlantas.

 

Kakorlantas pun menyampaikan penutupan jalan atau pemberlakuan car free night wilayah Puncak dimulai sejak 31 Desember 2017 pukul 18.00 wib hingga pukul 06.00 wib 1 Januari 2018.

 

“Kendaraan yang ingin melintas sebaiknya atur waktu dengan baik. Jangan sampai kejebak. Jika sudah kejebak dapat memilih jalur alternatif yang telah kami siapkan. Bisa lewat Jonggol, atau kalau mau ke Sukabumi bisa lewat Cianjur” tambah Kakorlantas.

 

Adapun sejumlah pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan adalah untuk pengguna jalan yang hendak ke Puncak dan Cianjur untuk menggunakan jalur alternatif Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cianjur.

 

Kakorlantas juga mengimbau kepada para pengendara untuk menjaga kesehatan diri dan juga kendaraannya. Jangan sampai mengantuk di jalan karena bisa fatal akibatnya.

Kakorlantas Polri Ajak Personel Ditlantas dan Satlantas Polda Sumut Jadi Polantas Sejati

7 Amanat Kakorlantas kepada Seluruh Polantas

KorlantasPolri – Kegiatan Workshop dan Launching Modernisasi Polantas yang digelar Korlantas Polri dan dihadiri para Dirlantas dan Kasatlantas serta seluruh pejabat satuan lalu lintas di wilayah yang dimulai dari tanggal 7-10 November 2017, resmi ditutup oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, M.M.

Sebelum ditutup Kakorlantas, para peserta Workshop mendengarkan sambutan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, S.H.. dan Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol. Drs. Budi Setiadi yang turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Tjahjo Kumolo sangat mendukung atas aplikasi yang diluncurkan Korlantas Polri sebagai perubahan dalam menghadapi era modern saat ini.

Tjahjo mengatakan bahwa dengan terobosan dan perbaikan sistem yang ada di Korlantas, kini data masyarakat yang berada di Korlantas dapat diberikan dan disesuaikan dengan E-KTP, dan hal ini akan meminimalisir tindak kriminalitas yang sering digunakan dengan membuat KTP ganda. Ke depan Tjahjo berharap database yang berada di pencatatan sipil dengan kepolisian sudah bisa terintegrasi, sehingga identitas warga tidak dapat digandakan dan disalahgunakan.

“Pemerintah sangat mendukung terobosan-terobosan yang dilakukan Polri, khususnya Korlantas. Terimakasih sudah memberikan database untuk disesuaikan dengan KTP elektronik, dan ini sangat membantu,” ujar Tjahjo.

Sedangkan Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol. Budi Setiadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas dari Kementerian Perhubungan tidak akan pernah lepas dari kerjasama dengan Polri, khususnya jajaran lalu lintas.

Budi berharap Berharap dapat terus menjalin kerjasama antar instansi baik di pusat maupun di wilayah. berkorelasi dengan para jajaran polantas di wilayah. Ia mengatakan bahwa jajaran polantas di wilayah dapat memberikan masukan terkait penempatan marka jalan yang sesuai demi kamseltibcar lantas.

“Tidak hanya masukan, pengawasan dari polantas di wilayah juga diperlukan, agar tidak terjadi penyimpangan tugas dari dinas perhubungan di wilayah,” ucap Budi.

Kakorlantas Polri dalam sambutannya di Workshop dan Launching Modernisasi Polantas memberikan tujuh amanat kepada seluruh polantas di Indonesia.

Tujuh amanat Kakorlantas Polri, sebagai berikut :

1. Marilah terus meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini merupakan modal utama dalam membangun karakter insan polri dalam menjalankan tugasnya.

2. Tingkatkan terus pelayanan prima dibidang lalu lintas, menuju polantas modernisasi yang berbasis IT.

3. Siapkan SDM yang baik dan benar, yang mampu menangani tugas kepolisian di bidang IT, demi mendukung program-program polantas.

4. Kurangi, kalau bisa hilangkan budaya konsumtif yang dapat berakibat koruptif. Dan ini harus dimulai dari pimpinan agar memberikan contoh kepada bawahannya.

5. Tidak arogan dan kekerasan lainnya dalam menjalankan tugas. Utamakan kesabaran.

6. Tingkatkan pengawasan kepada anggota di lapangan guna merubah sisi negatif.

7. Siapkan pengamanan yang baik menjelang Natal, Tahun Baru, Pilkada Serentak, dan Pilpres 2019.

Usai mengetuk palu sebagai tanda ditutupnya Workshop dan Launching Modernisasi Polantas. Kakorlantas menyampaikan ucapan terimakasih kepada para peserta yang sudah hadir dalam acara ini.

“Sampaikan salam saya untuk keluarga di rumah. Dan jadilah polantas-polantas yang sejati. Berdiri tegak membela hak-hak yang benar,” tutup Kakorlantas.

Kakorlantas

Menuju Polantas Promoter, Korlantas Polri Gelar Workshop Modernisasi Polantas

KorlantasPolri – Lalu Lintas merupakan urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan tingkat modernitas pada transportasi, yang menjadi satu dan kesatuan dari kegiatan atau aktifitas manusia. Dengan demikian, pada bidang lalulintas perlu dibangun model pemolisian di era digital untuk memberikan pelayanan cepat (quick respons) pada publik.

 

Dalam mewujudkan Kepolisian Lalu Lintas se-Indonesia yang profesional, modern, dan terpercaya (Promoter), Korps Lalulintas (Korlantas) Polri mengadakan kegiatan Launching dan Workshop Modernisasi Polantas Sebagai Implementasi Tahun Keselamatan dan Kemanusiaan ‘Menuju Polantas yang Promoter’, November 2017 lalu.

 

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, diikuti sebanyak 1.504 anggota Kepolisian lalu lintas se-Indonesia dari berbagai jajaran Kepolisian.

 

Di antaranya melibatkan Pejabat Utama Korlantas Polri, para Kasubdit dan Staf Korlantas Polri, serta para Dirlantas Polda, para Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda, para Kasatlantas, para Kaurbinopsnal Satlantas atau perwira Satlantas lainnya dan para operator pelayanan publik untuk mengimplementasikan modernisasi Polantas.

 

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs.Royke Lumowa turut serta hadir membuka sekaligus memberikan arahan pada seluruh peserta. Di hadapan peserta workhsop, Kakorlantas Polri menyampaikan dikumpulkan para anggota Polantas seluruh Indonesia ini guna mentransformasikan modernisasi Polantas sampai dengan tingkat Kota / Kabupaten yang menjadi penjuru dari sistem-sistem pelayanan publik, selain itu digelarnya Workshop ini guna memberikan kesamaan visi dan misi.

 

“Berkumpulnya saudara-saudara di sini dalam rangka mengikuti workshop untuk meningkatkan kualitas kinerja dan mengoptimalisasikan pelayanan publik dibidang Lalu Lintas berbasis Teknologi Informasi atau digitalisasi bukan lagi manualisasi,” arah Kakorlantas.

 

Kakorlantas pun menambahkan, terkait dengan instruksi Kapolri tentang visi dan misi dalam program Promoter, dimana didalam mewujudkan Polri Promoter terdapat tiga faktor yakni perbaikan kultur, peningkatan kinerja (profesinalisme penegakan hukum dan pelayanan publik), dan manajemen media, Kakorlantas mengajak untuk seluruh peserta memilik kesamaan visi dan misi dalam mewujudkan citra Polri khususnya Polantas yang lebih baik.

 

“Jika ketiganya telah berjalan dengan baik, maka secara otomatis akan terbingkai / framing Polri atau Polantas sudah tidak lagi seperti dulu dan jauh lebik baik,” imbuh Kakorlantas.

 

Kakorlantas dalam arahannya juga menyampaikan nantinya workshop ini akan dibagi menjadi tujuh kelompok panel diskusi dengan sub tema antara lain,

 

1. upaya peningkatan kualitas dan keamanan jalan dan menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,
2. optimalisasi gakkum guna mendukung terwujudnya tilang elektronik/ gakkum di era digital,
3. peningkatan pelayanan publik di bidang lalulintas berbasis tenologi informasi,
4. rencana pengamanan pemilu legislatif dan pemilihan presiden RI,
5. rencana pengamanan Asean Games,
6. implementasi Polantas dalam mendukung program pariwisata, dan
7. membangun soliditas dan solidartas Polantas dalam rangka pelayanan prima masyarakat.

 

“Polantas terus berbenah menuju Polantas yang Promoter melalui langkah-langkah peningkatan kinerja yakni peningkatan pelayanan publik, baik itu terkait penegakkan hukum, Regident Laka, dan manajemen media dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi,” papar Kakorlantas.

 

“Namun keberhasilan dari organisasi Polri sangatlah bergantung pada kapabilitas dan
kapasitas sumber daya manusia yang dimilikinya sehingga perlu peningkatan profesionalisme maupun perbaikan kultur dengan menekan budaya koruptif dan arogansi kekerasan,” tambahnya.

Kapolri dan Kakorlantas

Kapolri: Polantas, Polisi Tercepat di Kepolisian

KorlantasPolri – Kapolri Jendral Polisi Prof. Drs. H. M. Tito Karnavian bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa memimpin Launching enam aplikasi terbaru dari jajaran Korps Lalu Lintas Polri. Yakni :

1. ERI (Electronic Registration and Identification) Samsat Online.
2. SDC (Safety Driving Center)
3. SSC (Safety and Security)
4. INTAN (Inteliggence Traffic Analysis)
5. Smart Management
6. Cyber Cops

Acara Workshop dan Launching Modernisasi Polantas digelar Korlantas Polri di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara mulai 7 sampai dengan 10 November 2017.

Kapolri dalam sambutannya memberi apresiasi kepada seluruh jajaran polantas se-Indonesia, dengan enam aplikasi terbaru ini diharapkan dapat memberi kemudahan kepada masyarakat.

“Seperti halnya Panic Button yang pertama kali melaunching terobosan tersebut dari jawa timur, dan kemudian dikembangkan hingga digunakan oleh mabes polri sebagai acuan memberikan pelayanan kepada masyarakat, ini sangat saya apresiasi betul,” ujar Kapolri, Kamis 9 November 2017.

Terobosan lain yang tak kalah hebat juga dilakukan jajaran Polrestabes Makassar, dengan 3.000 CCTV yang terkoneksi antara Polrestabes Makassar dengan pemkot, dan ini sangat membantu dalam pengamanan sistem melalui keamanan tekhnologi.

Kapolri sangat berharap, agar di setiap kota-kota besar sudah dapat mendirikan Comand Center dengan CCTV yang terpasang di lokasi-lokasi publik, seperti Rumah sakit, Mall, Hotel dan Jalan-jalan yang dianggap rawan. Dan saling berkoordinasi antara Polres dengan pemerintah kota setempat.

“Dengan adanya Comand Center yang terkoneksi antat Polres dan Pemkot ini sangat membantu dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas,” tambah Kapolri.

Dalam Arahannya Kapolri kembali menekankan bahwa harus adanya perubahan dari tiga kesatuan yang masih dipandang negatif oleh masyarakat, seperti dalam satuan SDM atau penerimaan Polri, Reserse dan Polantas.

Namun, dalam arahannya, Kapolri saat ini sangat mengapresiasi tugas Polantas, karena polantas adalah polisi yang “Tercepat” berada di TKP. Seperti dalam kasus Bom Thamrin, penyanderaan penumpang di dalam angkot, membantu ibu yang mau melahirkan di dalam tol, dan beberapa peristiwa lainnya yang menjadi viral di media.

“Polantas adalah garda terdepan, baik dalam membantu masyarakat, maupun dalam target aksi terorisme dan kriminalitas,” ucap Kapolri.

Kapolri mengingatkan agar seluruh jajaran kepolisian, baik dari lalu lintas, sabhara dan lainnya agar melakukan tiga hal perubahan. Pertama merubah budaya konsumtif yang dapat menimbulkan hal negatif, sehingga adanya pungutan liar. Khususnya bagi Polantas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam pelayanan.

“Melalui aplikasi yang memudahkan masyarakat, ini dapat mencegah terjadinya kontak langsung antara anggota dilapangan dengan masyarakat,” tambah Kapolri.

Kedua, menghilangkan budaya arogan di lapangan. Dengan berkembangnya teknologi, pasti memiliki dampak baik positif juga negatif. Kapolri sangat menekankan agar anggota di lapangan tidak melakukan kekerasan, karena masyarakat kini sudah bisa menjadi jurnalis bagi dirinya sendiri.

Ketiga, memanajemen media dengan baik. Seperti halnya yang saat ini menjadi viral, dimana Polantas Aceh Besar memberikan tips para pelanggar lalu lintas dalam menghadapi Operasi Zebra yang saat ini sedang berjalan, dengan membuat video humanis dalam durasi yang singkat namun viral, dan ini menambah sisi positif bagi polantas di masyarakat.

“Terobosan tidak hanya dalam aplikasi, namun dalam hal-hal kecil dan humanis seperti ini yang patut diapresiasi. Dan ini langsung menyentuh masyarakat,” ujar Kapolri.

Di akhir arahan, Kapolri memerintahkan agar semua anggota, baik bintara maupun perwira harus turun ke jalan ketika terjadi kepadatan, sehingga masyarakat dapat melihat bukti nyata kerja polisi. Dan bila ada perwira polisi yang tugasnya hanya duduk di kantor, harus segera dicopot.

“Kasatlantas atau perwira lainnya yang kerjanya hanya menghitung masuk keluarnya SIM, BPKB dan STNK. Ini harus dicopot”, tegas Kapolri

“Apapun Launching yang saat ini dilakukan, kepolisian harus tetap fokus dengan tupoksi serta menjaga sinergi antar instansi, baik dari pemerintah maupun pihak swasta,” tutup Kapolri.

Kakorlantas

Korlantas Luncurkan ERI dan INTAN

KorlantasPolri – Korps Lalu Lintas Polri menggelar dua agenda kegiatan yakni Workshop dan dilanjutkan dengan Launching. Dua agenda tersebut terkait dalam mewujudkan Modernisasi Polantas Sebagai Implementasi Tahun Keselamatan dan Kemanusiaan ‘Menuju Polantas yang Promoter’.

Launching dan workshop digelar langsung selama 3 hari, 7-10 November 2017, di hotel Mercure Convention Centre, Ancol, Jl. Pantai Indah Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Sebanyak 1.504 anggota Kepolisian Lalu Lintas se-Indonesia, mulai dari Pejabat Utama Korlantas Polri, Staf Korlantas Polri, Dirlantas seluruh Polda, Kasubdit Kamsel, serta Kasatlantas hadir mengikuti kegiatan dengan antusias.

“Kegiatan ini ada dua agenda yakni workshop dan launching dengan dihadiri 1.504 Jajaran polantas dari Sabang sampai Merauke,” sebut Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa saat ditemui usai membuka kegiatan dan memberikan arahan pada peserta.

Dalam mewujudkan Polantas yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter), Korps Lalu Lintas akan melaunching sistem ERI (Elektronik Registration Integritas) dan INTAN (intelegensi traffic analisis) yang dimaksudkan yakni Samsat Online Nasional Jawa-Bali serta aplikasi Kontak Center.

“Peluncuran Layanan Samsat online Nasional tahap 1 diberlakukan di tujuh Polda. Sedangkan untuk berikutnya diseluruh Polda dengan data terpusat di Korlantas Polri,” terang Kakorlantas.

Sedangkan Kontak Centre sebut Kakorlantas merupakan aplikasi yang berbasis pengetahuan atau pemberitahuan tentang lalu lintas interaktif masyarakat dengan polri (masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan polri).

“Kontak center tersebut nantinya menampung apa saja, seperti keluhan masyarakat, laporan kejadian, dll secara cepat, efisien dan interaktif langsung dengan Polri,” imbuh Kakorlantas.

“Kontak center ini dapat diakses secara cepat, sehingga kita juga akan mampu eksekusi di lapangan dengan segera,” jelas Kakorlantas.

Dalam workshop Modernisasi Polantas Sebagai Implementasi Tahun Keselamatan dan Kemanusiaan ‘Menuju Polantas yang Promoter’ ini diisi pula dengan ragam materi yang disampaikan oleh beberapa pakar, dan didiskusikan kelompok secara berbaur satu sama lain.

Sedangkan Launching akan dilangsungkan besok hari, Kamis, 9 November 2017.