IMG-20171212-WA0068

Rencana Pemindahan Ibukota, Korlantas Polri Kaji Aspek Lalu Lintas

KorlantasPolri – Terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang telah tertera di dalam telegram bernomor ST/2883/VIII/2017 tertanggal 4 Desember 2017, di mana di dalam surat tersebut, salah satunya Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Royke Lumowa selaku tim dari Korlantas mendapat tugas menjadi bagian untuk turut mengkaji rencana besar pemerintah tersebut.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa saat ditemui membenarkan pihaknya turut menjadi bagian dalam mengkaji pemindahan Ibu Kota negara. Namun Kakorlantas belum dapat menjelaskan secara rinci dikarenakan masih dalam tahap pengkajian.
“Belum selesai, timnya masih di sana dan masih dalam pengkajian,” kata Jenderal bintang dua Korlantas Polri, di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Desember 2017.
Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa menerangkan, kajian yang dilakukan pihaknya hanya seputar aspek lalu lintas dan faktor-faktor yang harus terpenuhi dalam masalah mewujudkan lalu lintas yang lancar dan berkeselamatan terkait pembangunan smart city (kota cerdas).
Diketahui proses pengkajian tim rencana pemindahan Ibu Kota Negara yang turut melibatkan masing-masing direktur lalu lintas wilayah, sejumlah dinas dari pemerintahan daerah, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Tata Ruang, serta sejumlah akademisi perguruan tinggi diperkirakan akan selesai pada tahun 2018.
Adapun rencana lokasi pengkajian pemindahan ibu kota Republik Indonesia ke Pulau Kalimantan antara lain Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Juga kajian pemindahan Ibu Kota ke Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
“Itu mengkaji wacana, lebih bagus siap payung sebelum hujan. (Ini kajian) menuju smart city, jadi kota yang ramah terhadap lalu lintas yang lancar dan berkeselamatan,” imbuh Royke dihadapan awak media.
Kakorlantas menjelaskan apa pun keputusan dari pemerintah pusat, pihaknya hanya siap melaksanakan arahan selanjutnya. Di mana kelak, kota Kalimantan bakal didesain menjadi smart city pertama di Indonesia.
Sebelumnya secara terpisah, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, menuturkan pemerintah akan segera menyelesaikan kajian realisasi rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta.
Bambang sempat mengatakan, ada beberapa kota kandidat yang berpotensi menjadi ibukota baru. Dia mengakui salah satu kandidat ibukota baru adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Terkait munculnya nama Palangkaraya, sebagai kandidat ibukota baru, karena hal tersebut juga pernah digagas oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno.