Kapolri dan Kakorlantas

Kapolri: Polantas, Polisi Tercepat di Kepolisian

KorlantasPolri – Kapolri Jendral Polisi Prof. Drs. H. M. Tito Karnavian bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa memimpin Launching enam aplikasi terbaru dari jajaran Korps Lalu Lintas Polri. Yakni :

1. ERI (Electronic Registration and Identification) Samsat Online.
2. SDC (Safety Driving Center)
3. SSC (Safety and Security)
4. INTAN (Inteliggence Traffic Analysis)
5. Smart Management
6. Cyber Cops

Acara Workshop dan Launching Modernisasi Polantas digelar Korlantas Polri di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara mulai 7 sampai dengan 10 November 2017.

Kapolri dalam sambutannya memberi apresiasi kepada seluruh jajaran polantas se-Indonesia, dengan enam aplikasi terbaru ini diharapkan dapat memberi kemudahan kepada masyarakat.

“Seperti halnya Panic Button yang pertama kali melaunching terobosan tersebut dari jawa timur, dan kemudian dikembangkan hingga digunakan oleh mabes polri sebagai acuan memberikan pelayanan kepada masyarakat, ini sangat saya apresiasi betul,” ujar Kapolri, Kamis 9 November 2017.

Terobosan lain yang tak kalah hebat juga dilakukan jajaran Polrestabes Makassar, dengan 3.000 CCTV yang terkoneksi antara Polrestabes Makassar dengan pemkot, dan ini sangat membantu dalam pengamanan sistem melalui keamanan tekhnologi.

Kapolri sangat berharap, agar di setiap kota-kota besar sudah dapat mendirikan Comand Center dengan CCTV yang terpasang di lokasi-lokasi publik, seperti Rumah sakit, Mall, Hotel dan Jalan-jalan yang dianggap rawan. Dan saling berkoordinasi antara Polres dengan pemerintah kota setempat.

“Dengan adanya Comand Center yang terkoneksi antat Polres dan Pemkot ini sangat membantu dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas,” tambah Kapolri.

Dalam Arahannya Kapolri kembali menekankan bahwa harus adanya perubahan dari tiga kesatuan yang masih dipandang negatif oleh masyarakat, seperti dalam satuan SDM atau penerimaan Polri, Reserse dan Polantas.

Namun, dalam arahannya, Kapolri saat ini sangat mengapresiasi tugas Polantas, karena polantas adalah polisi yang “Tercepat” berada di TKP. Seperti dalam kasus Bom Thamrin, penyanderaan penumpang di dalam angkot, membantu ibu yang mau melahirkan di dalam tol, dan beberapa peristiwa lainnya yang menjadi viral di media.

“Polantas adalah garda terdepan, baik dalam membantu masyarakat, maupun dalam target aksi terorisme dan kriminalitas,” ucap Kapolri.

Kapolri mengingatkan agar seluruh jajaran kepolisian, baik dari lalu lintas, sabhara dan lainnya agar melakukan tiga hal perubahan. Pertama merubah budaya konsumtif yang dapat menimbulkan hal negatif, sehingga adanya pungutan liar. Khususnya bagi Polantas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam pelayanan.

“Melalui aplikasi yang memudahkan masyarakat, ini dapat mencegah terjadinya kontak langsung antara anggota dilapangan dengan masyarakat,” tambah Kapolri.

Kedua, menghilangkan budaya arogan di lapangan. Dengan berkembangnya teknologi, pasti memiliki dampak baik positif juga negatif. Kapolri sangat menekankan agar anggota di lapangan tidak melakukan kekerasan, karena masyarakat kini sudah bisa menjadi jurnalis bagi dirinya sendiri.

Ketiga, memanajemen media dengan baik. Seperti halnya yang saat ini menjadi viral, dimana Polantas Aceh Besar memberikan tips para pelanggar lalu lintas dalam menghadapi Operasi Zebra yang saat ini sedang berjalan, dengan membuat video humanis dalam durasi yang singkat namun viral, dan ini menambah sisi positif bagi polantas di masyarakat.

“Terobosan tidak hanya dalam aplikasi, namun dalam hal-hal kecil dan humanis seperti ini yang patut diapresiasi. Dan ini langsung menyentuh masyarakat,” ujar Kapolri.

Di akhir arahan, Kapolri memerintahkan agar semua anggota, baik bintara maupun perwira harus turun ke jalan ketika terjadi kepadatan, sehingga masyarakat dapat melihat bukti nyata kerja polisi. Dan bila ada perwira polisi yang tugasnya hanya duduk di kantor, harus segera dicopot.

“Kasatlantas atau perwira lainnya yang kerjanya hanya menghitung masuk keluarnya SIM, BPKB dan STNK. Ini harus dicopot”, tegas Kapolri

“Apapun Launching yang saat ini dilakukan, kepolisian harus tetap fokus dengan tupoksi serta menjaga sinergi antar instansi, baik dari pemerintah maupun pihak swasta,” tutup Kapolri.